Polisi Terapkan Presisi Terkait Perkara Gadis 15 Tahun Bunuh Sepupu di NTT

  • Whatsapp
presisi
ilustrasi pemerkosaan terhadap anak di bawah umur

digtara.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meyakinkan bakal menerapkan konsep presisi dalam menangani kasus pembunuhan dengan tersangka anak perempuan berusia 15 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT). Apalagi anak tersebut mengaku terpaksa melakukan pembunuhan untuk membela diri dari tindakan asusila korban yang tak lain adalah sepupunya.

“Dari awal kami perintahkan Kapolres untuk tangani kasus ini secara humanis dan proporsional,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (17/2/2021) malam.

Polri tidak menahan tersangka karena tersangka merupakan anak di bawah umur. Tersangka ditempatkan di Dinas Rehabilitasi sosial dengan pendampingan Polwan serta psikolog guna memulihkan psikologinya.

Muat Lebih

“Tidak ada penahanan di Polres dan langsung kami libatkan Bapas serta yang bersangkutan kami tempatkan di Dinas Rehabilitasi Sosial Pemda dengan pendampingan oleh Polwan dan psikolog,” tutur Argo sebagaimana dilansir Antara.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan sesosok mayat pria di tengah hutan. Polisi mendapati luka akibat benda tajam pada leher korban.

Kapolres TTS AKBP Andre Librian SIK mengatakan, korban sering datang ke rumah korban berinisial MSK untuk membeli minuman keras (laru putih). Setiap ke rumah korban selalu menyampaikan kepada ayah MSK untuk menikahi tersangka. Korban berniat menjadikan tersangka sebagai istri kedua.

Menurut pengakuan MSK, ia pertamakali dicabuli oleh korban pada bulan Mei 2020.

Lalu, bertepatan pada Rabu 10 Februari 2021 siang, sekitar pukul 13.00 Wita, seusai membeli minuman, korban mengajak tersangka untuk bertemu di pinggir laut.

Korban langsung keluar dan menuju ke pinggir pantai, tepatnya 20 meter dari lokasi kejadian.

 

Selanjutnya…Terapkan konsep Presisi dalam penanganan perkara 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan