Polisi Ringkus 4 Bandar Narkoba di Medan, 1 Ditembak Mati

  • Whatsapp
ditembak mati
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menunjukkan barang bukti sabu dalam kemasan teh cina didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi (foto:alvi/digtara)

digtara.com – Sat Narkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan peredaran Narkotika jenis sabu seberat 26,9 kilogram pada Minggu 11 Januari lalu. Empat tersangka berhasil diringkus. Satu diantaranya ditembak mati.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan 4 tersangka tersebut adalah ESR alias Eko (23), FS (Faisal Suri), dan RS alias Reza (20). Ketiganya warga asal Aceh. Kemudian MS alias Misbahus (31) merupakan warga asal Pasuruan Jawa Timur yang ditembak mati. Keempatnya diciduk dari dua lokasi berbeda.

“Kami mendapati laporan dari masyarakat adanya pengedar sabu menuju Kota Surabaya. Lalu kami menangkap 3 tersangka asal Aceh di sebuah hotel di Jalan Sei Belutu, Kota Medan,” ujarnya saat paparan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kamis (14/1/2021).

Muat Lebih

Kapolda yang hadir bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengungkapkan, dari ketiga tersangka, polisi menemukan 22 bungkus narkotika jenis Sabu seberat 1,9 kg yang disimpan di dalam sepatu. Setelah dilakukan interogasi, ketiganya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bernama Misbahus.

Setelah mengantongi identitasnya, petugas melakukan pengejaran terhadap tersangka yang berada di salah satu hotel di Jalan Sisingamaraja, Kecamatan Medan Kota. Petugas langsung menyergapnya dan menggeledah isi kamar milik tersangka.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 1 unit koper berisikan Sabu-Sabu yang di bungkus teh cina.

Setelah di interogasi, ia mengakui barang tersebut didapatnya dari seseorang bernama Hatta dan AA yang berada di Binjai.

Namun, saat akan hendak menunjukkan lokasi tersangka lainnya, Misbahus melakukan perlawanan dengan menyerang petugas dengan menggunakan borgol dan merampas senjata milik petugas.

Melihat kejadian itu, petugas terpaksa melakukan penembakan sehingga mengenai bagian dada sebelah kirinya yang akhirnya membuat tersangka tewas.

Martuani mengatakan, apapun yang membahayakan para petugas, ia menginstruksikan untuk segera dilakukan tindak tegas terarah dan terukur.

“Saya sudah bilang kepada anggota di lapangan, apabila dalam keadaan membahayakan anggota, maka dilakukan tindak tegas terarah dan terukur,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan