Rabu, 24 Juli 2024

Motif Asmara di Balik Tragedi Brigadir J, Aroma Cinta Sesama Jenis hingga Perselingkuhan

- Minggu, 14 Agustus 2022 11:52 WIB
Motif Asmara di Balik Tragedi Brigadir J, Aroma Cinta Sesama Jenis hingga Perselingkuhan

digtara.com – Motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang ‘dirahasiakan’ justru memicu keingintahuan publik. Selain motif perselingkuhan, hubungan asmara sesama jenis pun disuarakan.

Baca Juga:

Bahkan beberapa tokoh makin berani dan mulai mengaitkan kalau kasus tersebut kuat dugaan berlatar belakang perasaan cinta sesama jenis dan kecemburuan pria.

Berikut sederet informaai dari sejumlah tokoh yang diduga mengkaitkan cinta sesama jenis dalam kasus kematian Brigadir J.

1. Clue Mahfud MD

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, sebelumnya mengungkap clue bila motif di balik Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J cukup sensitif.

Mahfud mulai lebih gamblang. Dalam twitternya menyebut dan menganalogikan kasus Brigadir J ini erat dengan kasus jagal sadis Ryan Jombang yang diketahui adalah homoseks atau LGBT (Lesbi, Gay, Biseks dan Transgender).

“Konstruksi hukum pembunuhan Brigadir J akan tuntas ditingkat polisi (inshaallah). TSK akan diumumkan hr ini. sdh lama sy pny impresi POLRI kita hebat dlm penyelidikan dan penyidikan . kasus mutilasi yg mayatnya sdh terserak di berbagai kota sj bisa dibongkar. Ingat kasus Ryan?,” tulis Mahfud MD dalam cuitan akun Twitternya.

Hal tersebut memicu banyak tanya warganet yang bertanya-tanya akan pernyataan tersebut.

“Ada yg kepikiran gak kasus ini sengaja dibuat narasinya adalah sangat sensitif agar tidak bisa dibuka ke publik,” komentar salah satu warganet atas cuitan tersebut.

Dan saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier, Jumat, 12 Agustus 2022 lalu, Mahfud MD seakan kembali memberi petunjuk. Hal itu terlihat pada bagian perbincangan perihal laporan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi sudah bisa dicabut.

“Sebenarnya sudah cukup jelas, pelakunya bukan Bharada E, dia hanya diperintahkan oleh beberapa orang yang saat itu ada di situ, kan berarti harusnya laporan pelecehan sudah tidak ada,” terangnya.

“Mungkin laporan pelecehan akan dicabut, di-SP-3, kan yang dituduh juga udah ditembak mati,” sambungnya.

“Cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan. Mengerikan campur menjijikkan juga. Makanya saya bilang sensitif,” tandas Mahfud. Mungkinkah yang dimaksud menjijjikkan ini adalah hal sensitif yang hanya bisa dikonsumsi orang dewasa adalah berkaitan dengan LGBT atau percintaan sesama jenis?

2. Pernyataan Sandy Situngkir

Praktisi Hukum Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM, Sandi Situngkir menduga motif pembunuhan Brigadir J terkait hubungan yang salah.

Mungkin hubungan pria dewasa dengan seseorang yang telah bersuami atau beristri.

Sandi Situngkir menyebut bisa jadi motif pembunuhan ini terkait penyimpangan seksual.

Dalam penjelasannya, Sandi mengatakan jika mengikuti penjelasan Menkopolhukam Mahfud MD, tidak menutup kemungkinan motif pembunuhan berencana dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo ini terkait dengan “hubungan lain”.

“Hubungan misalnya ada hubungan penyimpangan antara seseorang dengan seseorang yang berjenis kelamin sama,” kata Sandi seperti dilansir selebtek.suara.com dari kanal YouTube medcom.id.

2. Pernyataan Kamaruddin Simanjuntak

Pengacara keluarga Brigadir Yoshua atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan penyebab Putri Candrawathi menangis di Magelang.

Dia menuturkan bahwa istri Ferdy Sambo tersebut menangis setelah ribut dengan sang suami hingga tak kuasa menahan air mata.

“Tanggal 2 (Juli 2022) berangkat mereka bersama-sama ke Magelang,” ucap Kamaruddin Simanjuntak dalam acara talkshow ‘Kontroversi’.

“Di Magelang terjadi lagi keributan rumah tangga antara si bapak dan si Ibu, diduga bertengkar lagi sampai akhirnya nangis-nangis karena kenapa? di sana diduga si wanita cantik ini mengadu ke si Bapak bahwa dia akan mundur dari instansinya, instansi tempat si cantik bekerja,” katanya.

“Nah sehingga membuat si bapak ini emosional, terjadilah di situ pertengkaran, ada yang nangis-nangis,” ujarnya menambahkan.

Setelah terjadi keributan dengan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo pun dilaporkan pulang lebih dulu bersama ajudannya ke Jakarta.

Dia pulang menggunakan pesawat dengan ajudan berinisial D yang diduga terus menghasut Ferdy Sambo selama ini.

Sepulang dari Magelang, terjadilah peristiwa pembunuhan. (suara/*)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Terdakwa Penganiaya Transpuan di Kupang Divonis Berbeda

Terdakwa Penganiaya Transpuan di Kupang Divonis Berbeda

Polisi Terima Dua Laporan Terkait Kasus Pembunuhan Mahasiswa Undana di Oesapa

Polisi Terima Dua Laporan Terkait Kasus Pembunuhan Mahasiswa Undana di Oesapa

Ayah Biadab di Sidimpuan Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Berusia 3 Tahun

Ayah Biadab di Sidimpuan Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Berusia 3 Tahun

Peduli Olah Raga, Jon Sujani Bagikan Bola Ke Tim Futsal di Sidimpuan

Peduli Olah Raga, Jon Sujani Bagikan Bola Ke Tim Futsal di Sidimpuan

Plt Bupati Langkat Ingatkan ASN Hindari Prilaku Menyimpang

Plt Bupati Langkat Ingatkan ASN Hindari Prilaku Menyimpang

Buka MTQ ke-56 Berandan Barat, Syah Afandin: Terus Tanamkan Jiwa Al Quran ke Masyarakat

Buka MTQ ke-56 Berandan Barat, Syah Afandin: Terus Tanamkan Jiwa Al Quran ke Masyarakat

Komentar
Berita Terbaru