Komnas HAM Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Luka di Tubuh Brigadir J, Tembakan Jarak Dekat

Selasa, 26 Juli 2022 17:10
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (suara.com)

digtara.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjelaskan penyebab luka di tubuh jenazah Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat yang diduga tewas tertembak Bharada E di kediaman Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengungkapkan dari hasil pendalaman sementara ditemukan bahwa luka di jenazah Brigadir J adalah bekas tembakan dari jarak dekat.

“Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami,” ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022).

Anam menjelaskan terdapat beberapa luka di tubuh Brigadir J di antaranya luka peluru masuk dan luka peluru keluar. Namun ia belum dapat mengungkapkan jumlah luka secara spesifik.

“Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluarnya memang pelurunya masih bersarang di tubuh. Sehingga jumlahnya berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya, guna mendalami luka di jenazah Brigadir J, Komnas HAM telah mengumpulkan sejumlah dokumen. Kemudian melakukan permintaan keterangan dari pihak keluarga.

Setelahnya Komnas HAM melakukan pendalaman dengan ahli forensik independen. Dari hasil temuannya itu Komnas HAM kemudian mengujinya ke Tim Forensik Polri yang mengotopsi jenzah Brigadir J.

Di sisi lain, Komnas HAM juga memanggil para ajudan Ferdy Sambo termasuk Bharada E untuk diperiksa hari ini, Selasa (26/7/2022).

Laman: 1 2

Berita Terkait