Kasus Pembunuhan, Menanti Simbolon Minta Pembunuh Ayahnya Diganjar Setimpal

  • Whatsapp
Kasus Pembunuhan, Menanti Simbolon Minta Pembunuh Ayahnya Diganjar Setimpal Kematian Rianto Simbolon
Kuasa hukum keluarga korban Dwi Ngai Sinaga bersama anak korban pembunuhan, Menanti saat menyaksikan rekontruksi di Polres Samosir. (istimewa)

digtara.com – Walau berusaha melupakan peristiwa pilu atas derita yang dialaminya, Menanti Simbolon, gadis berusia 16 tahun ini masih merasakan trauma mendalam dengan kematian ayahnya, Rianto Simbolon. Kasus Pembunuhan, Menanti Simbolon Minta Pembunuh Ayahnya Diganjar Setimpal

Apalagi ada dugaan pengkaburan fakta peristiwa yang menyebabkan 7 orang anak menjadi yatim piatu. Menanti Simbolon sesuai namanya kini benar-benar menanti keadilan itu berpihak kepada kebenaran.

Dengan polosnya Menanti meminta kepada pihak kepolisian yang menangani kasus kematian ayahnya agar diusut hingga tuntas.

Muat Lebih

“Saya minta polisi mengusut peristiwa di balik kematian ayah saya. Polisi harus adil dan menegakkan kebenaran,” ujar Menanti saat berbincang-bincang dengan digtara.com, Senin (30/11/2020) malam di salah satu rumah makan di Medan.

Kedatangan Menanti dari kampungnya di Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir ke Medan, adalah untuk melaporkan penyidik di Polres Samosir ke Mapoldasu karena diduga ada pengkaburan fakta-fakta di lapangan saat digelar rekontruksi kematian ayahnya.

Ia didampingi Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Pemuda Karya (IPK), Dwi Ngai Sinaga SH MH sebagai kuasa hukum.

Menanti kini harus memikul beban keluarga sendirian. Ibunya Septi br Sinaga sudah meninggal dunia 2 tahun lalu karena sakit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar