Isu Politik Uang Jelang PSU Labuhanbatu, Warga: Kalau Andi 1 Juta, Erik 1,5 Juta

politik uang
Erik Atrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar (atas), kalah 838 suara dari pasangan Andi Suhaimi Dalimunthe-Faizal Amri Siregar (bawah) pada Pilkada serentak Desember 2020 lalu. (digtara)

digtara.com – Isu politik uang alias money politic beredar jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Labuhanbatu, 24 April mendatang. Dua Paslon yang bersaing bahkan rela saling timpa jumlah uang demi meraih suara.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, praktik politik uang dilakukan tim sukses dua Paslon yang paling berpeluang menang di Pilkada Labuhanbatu. Mereka mulai gencar turun dan memberikan ‘uang muka’ kepada warga di salah satu TPS di Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan.

Seorang warga Bakaran Batu, Rantau Selatan yang tak ingin identitasnya disebut, mengaku sudah menerima ‘uang muka’ dari salah satu Paslon.

Muat Lebih

Namun, ia enggan menyebutkan Paslon mana yang sudah memberikan uang muka kepadanya.

“Sudah (terima) jumlahnya Rp 1 juta, satu suara,” ungkapnya kepada digtara.com, Selasa (6/4/2021).

Dikatakannya, uang yang dia terima itu juga diterima warga lainnya.

“Ada juga yang lain (warga) menerima panjar. Berapa orang yang nerima kurang tahu juga,” jelasnya.

Jelang PSU Kabupaten Labuhanbatu, diakuinya ada calon lain yang juga akan memberikan uang muka. Jumlahnya, katanya juga cukup besar dibanding Pilkada sebelumnya.

“Jadi gini, yang saya dengar, kalau Andi (Suhaimi) ngasih Rp 1 Juta, Erik (Adtrada) ngasihnya Rp 1,5 juta. Begitu seterusnya, jadi saling timpa lah ini,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan