Hari Tanpa Bayangan Terjadi di 33 Daerah di Sumut, Catat Waktunya

Selasa, 07 September 2021 13:10
int
Ilustrasi hari tanpa bayangan

digtara.com – Pada 13 hingga 21 September 2021, fenomena alam hari tanpa bayangan bisa dirasakan warga di wilayah Sumatera Utara. Ada 33 daerah di Sumut yang mengalami fenomena yang hanya terjadi dua kali dalam setahun ini.

Fenomena ini mengakibatkan bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”.

“Kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hartanto, melansir suara.com – jaringan digtara.com, Selasa (7/9/2021).

Ia mengatakan, saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama. Pada saat itu matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

“Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,” katanya.

Ia mengaku, fenomena ini terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berhimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi.

Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun, antara 23,5 derajat LU s.d. 23,5 derajat LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari.

“Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari
berada di khatulistiwa,” ungkapnya.

Untuk wilayah Sumut, kata Hartanto, fenomena ini akan berlangsung pada 13 September 2021 di Kota Medan, dan kota-kota lain.

“Fenomena ini tidak berdampak langsung terhadap kondisi cuaca,” imbuhnya.

Daftar lengkap kulminasi utama di 33 Kota Provinsi Sumut :

Laman: 1 2

Berita Terkait