Hakim Berbeda Pendapat, Terdakwa Pemilik Sabu 1,9 Kilogram di Vonis Bebas

(Istimewa (Net))

digtara.com Johansyah alias Bagong terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,9 kilogram di vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tarakan, Kalimantan Utara. Pemilik sabu di vonis bebas

Ketua majelis hakim Melky Joni Otho yang juga humas Pengadilan saat dikonfirmasi digtara.com mengatakan vonis bebas dengan nomor perkara 68/pidsus/2020 tersebut dikarena bukti dan fakta persidangan tidak memberatkan terdakwa Johansyah.

“Hakim melihat bukti dan keterangan saksi berbeda, Johansyah di vonis bebas,” katanya Kamis, (9/7/2020).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan Johansyah alias Bagong tidak terbukti ikut memerintahkan terdakwa Sapte dan Rahmat (berkas terpisah) mengambil barang bukti narkoba tersebut.

Keterangan saksi berbeda

Dan dalam fakta persidangan seperti itu. Lanjut Melky, banyak kejanggalan yang ditemukan dari penyidikan mulai dari pemberkasan, tanda tangan, penyidik, berbeda sangat jauh.

Kedua, ada beberapa orang yang ikut ditangkap pada saat itu dan dijadikan saksi. Dari keterangannya, saksi tidak memberatkan terdakwa Johansyah.

“Keterangan kedua saksi yang diajukan tidak memberatkan terdakwa Johansyah. Bahkan mereka berdiri sendiri, tidak bisa menghubungkan terdakwa dengan barang bukti sabu 1,9 kilogram,” ungkap Melky.

Dalam kasus ini, ada 6 terdakwa dalam berkas yang berbeda yakni Sapte dan Rahmat di vonis 15 tahun penjara. Tiga terdakwa lainnya Melisa alias Icha, Ruseno dan Undu masih dalam proses persidangan.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan