Home >

Diduga Terlibat Sponsor Judi, Tiga Club Sepakbola Indonesia Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 23 Agustus 2022 08:26
int
Diduga Terlibat Sponsor Judi, Tiga Club Sepakbola Indonesia Dilaporkan ke Polisi

digtara.com – Terlibat sebagai sponsor rumah judi, tiga klub sepakbola Indonesia secara resmi telah dilaporkan ke kepolisian. Pihak Bareskrim Polri telah mengeluarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi bernomor: STTL/301/VIII/2022/Bareskrim, tertanggal 22 Agustus 2022 untuk menangani pelegalan judi melalui promosi tersebut.

Sementara laporan polisinya sendiri bernomor: LP/B/0473/VIII/2022/Bareskrim. Adapun peristiwa dugaan pidananya yaitu mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian juncto perjudian atau memberi kesempatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 303 KUHP.

Pihak yang dilaporkan dalam dugaan pidana itu adalah Klub Sepakbola Persikabo 1973, PSIS Semarang, Arema Malang, PT. Liga Indonesia Baru dan PSSI.

Baca: Mangkir Pemeriksaan, Ternyata Bos Judi Online Cemara Asri Apin BK Kabur ke Singapura, Bawa Serta Keluarganya

Sedang pelapornya yakni, Rio Johan Putra SE. SH. MSi. Ak CA BKP, seorang pecinta bola dan akademisi atau dosen.

“Harapannya, kepolisian memproses perjudian dan iklan judi melalui sarana kompetisi sepak bola liga 1 yang digulirkan PSSI melalui operatornya PT LIB,” ujar Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, dalam siaran persnya diterima digtara.com, Selasa (23/8/2022)

Pasalnya, lanjut Teguh, judi sebagai penyakit masyarakat masih dilarang oleh pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

Baca: Badko HMI Sumut Mendukung Langkah Polres Batubara dalam Memberantas Perjudian

Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah tersebut ditegaskan Teguh, bahwa pada hakekatnya perjudian bertentangan dengan agama, kesusilaan dan moral Pancasila.

Di samping membahayakan penghidupan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Oleh karena itu, IPW menilai sponsor rumah judi pada klub-klub sepakbola Indonesia sangat merusak moral bangsa terutama generasi muda.

Laman: 1 2

Berita Terkait