Buntut Kasus Brigadir J, Cipayung Plus Sumut Meminta Kapolri Mundur

Jumat, 05 Agustus 2022 20:51
ist
Buntut Kasus Brigadir J, Cipayung Plus Sumut Meminta Kapolri Mundur

digtara.com – Cipayung Plus Sumatera Utara meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur karena dinilai lamban dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Hal itu disampaikan para pimpinan organisasi mahasiswa kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara dalam keterangan pers yang diterima digtara.com, Jumat (5/8/2022).

Para petinggi Cipayung Plus yang hadir Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara, Wira Putra, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara, Arifuddin Bone, Ketua Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, Abdul Rahman, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara, Daniel Sigalingging, Ketua Umum PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara, Muhammad Tarmizi, dan juga Koordinator Wilayah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumatera Utara dan Aceh, Hendra Manurung.

Cipayung Plus menilai kasus ini terlalu berlarut dan hanya menghasilkan asumsi liar di tengah masyarakat.

“Polri Presisi merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparasi, dan berkeadilan membuat pelayanan dari kepolisian lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat. Sikap ini adalah yang diinginkan untuk menuntaskan permasalahan di masyarakat oleh aparat penegak hukum. Upaya merubah image polri yang dulu menyeramkan dan arogan menjadi humanis sudah mulai terlihat dengan hadirnya jargon Presisi dan seluruh program pendukungnya,” ujar Cipayung Plus dalam keterangannya.

Cipayung Plus Sumatera Utara menilai dengan berlarutnya polemik ini hanya akan menggerus kembali kepercayaan Publik kepada institusi yang selalu siap sedia membantu masyarakat ini.

“Kini upaya perbaikan itu mulai tergerus kembali dan masyarakatpun mulai pupus dengan ditampilkannya dihadapan publik headline news yang setiap hari berseliweran di Televisi maupun di Smartphone masyarakat akibat dari kasus penembakan Brigadir J seperti tak kunjung usai yang melibatkan oknum pejabat tinggi di Polri,” tambahnha

Cipayung Plus Sumatera Utara menyayangkan hal tersebut bisa terjadi, seharusnya polisi menjaga ketertiban malah menjadi biang kegaduhan di masyarakat akibat peristiwa pembunuhan brigadir J di kediaman mantan Kadiv. Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Kejadian ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat sehingga banyak spekulasi liar yang bermunculan. Dimulai dari kejanggalan kasus, berubah-ubahnya keterangan dan ketidaksesuaian dengan fakta di lapangan, serta lamanya penanganan kasus justru menunjukkan semakin jauh dari semangat presisi, dan semakin menghilangkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut,” kanjut Cipayung Plus Sumatera Utara

Cipayung plus Sumatera Utara juga berpandangan bahwa narasi dugaan pelecehan seksual terhadap istri dari Kadiv Propam Ny. Putri Ferdy Sambo jika benar terjadi malah justru menunjukkan bahwa Kapolri dengan visi Presisinya tidak mampu mengisi nilai-nilai moral pada anggotanya.

Tes Urine yang Terlibat

Kemudian dari pada itu, Cipayung Plus Sumatera Utara menuntut agar dilakukan tes Urin kepada seluruh oknum polisi yang terlibat dengan peristiwa ini dan untuk dibuka hasilnya kepada publik.

Laman: 1 2

Berita Terkait