Jumat, 26 Juli 2024

Alasan Hakim Karena Ada Undangan dari Pusat, Putusan Sidang Pembunuhan Paino Dipercepat, Kuasa Hukum Terdakwa Keberatan

Redaksi - Sabtu, 26 Agustus 2023 09:11 WIB
Alasan Hakim Karena Ada Undangan dari Pusat, Putusan Sidang Pembunuhan Paino Dipercepat, Kuasa Hukum Terdakwa Keberatan

digtara.com – Kuasa hukum terdakwa Sulhanda alias Tato dan terdakwa Persadanta Sembiring alias Syahdan, Irwansyah Putra Nasution, SH, MH keberatan atas kebijakan majelis hakim dalam persidangan pembunuhan Paino (eks Anggota DPRD Langkat).

Baca Juga:

Dari perjalan persidangan, dimana mejalis hakim yakni Hakim ketua Ledis Meriana Bakara, hakim anggota Maria CN Barus, Diki Irfandi. Dimana ketua hakim menyatakan agenda sidang putusan akan dilaksanakan pada Kamis, 31 Agustus 2023.

Adapun hakim beralasan, dikarenakan masa penahanan para terdakwa yang akan segera berakhir pada 14 September 2023 dan para majelis hakim akan berangkat ke jakarta karena ada undangan dari pusat.

Baca: PTUN Kupang Tolak Gugatan, Anggota DPRD Kabupaten Alor Banding ke PT TUN Mataram

Kuasa hukum Irwansyah Putra Nasution mengatakan jaksa penuntut umum diberikan waktu 2 minggu oleh majelis hakim untuk menyusun dan membacakan tuntutan.

Dan pada persidangan selanjutnya, Jumat 25 Agustus, jaksa memohon kembali kepada majelis hakim agar diberikan waktu hingga Senin, 28 Agustus 2023 untuk membacakan tuntutan. Dan hakim mengabulkan.

Lanjut Irwansyah, hakim kemudian memberikan waktu 1 hari kepada terdakwa atau penasihat hukumnya untuk membuat dan membacakan pledoi (pembelaan), Sabtu, (26/8/2023).

“Keberatan majelis hakim. Bagaimana mungkin jaksa diberikan kesempatan 17 hari untuk membuat tuntutan, dan kuasa hukum terdakwa 1 hari untuk membuat pledoi,” katanya.

Irwansyah pun mempertanyakan alasan hakim mempercepat persidangan karena adanya undangan dari pusat.

“Hakim tidak objektif dan tidak profesional. Mempertaruhkan nasib, kemerdekaan orang untuk mencari keadilan dan mempersingkat waktunya hanya karena ada undangan dari pusat,” ucapnya.

Ditambah lagi, dalam perjalanan persidangan, hakim tidak mengabulkan permohonan kuasa hukum terdakwa untuk meningkatkan status penyidikan kepada salah satu saksi yakni Sumartik alias Atik, karena diduga memberikan keterangan palsu dibawah sumpah dan menggunakan dokumen palsu di pengadilan.

Hakim saat itu menyatakan, “kalau saya (hakim) perintahkan jaksa untuk meningkatkan penyidikan, apa akan ditindaklanjuti jaksa,” tanya Hakim ketua Ladis Meriana Bakara.

Kuasa hukum terdakwa pun keberatan atas penyataan hakim yang dianggap merendahkan institusi jaksa.

“Bagaimana mungkin hakim menyatakan seperti itu. Kalau hakim mau membuat ketetapan di pengadilan, jaksa wajib hukumnya menjalankan sesuai hukum yang berlaku,” tegas Irwansyah.

Irwansyah pun kesal kepada majelis hakim yang tidak mengakomodir permintaannya.

Paino ditemukan tewas diperkebunan kelapa sawit di Langkat, Sumatera Utara pada 26 Januari 2023.

Polisi pun menangkap lima pelaku pembunuhan yang sekarang menjadi terdakwa dalam persidangan yakni Luhur Sentosa Ginting alias Tosa (otak pelaku), Syulhanda Yahya alias Tato, Persadanta Sembiring alias Syahdan, Dedi Bangun (Eksekutor), dan Heriska Wantenero alias Tiobserta Rasyid (DPO).

Jaksa penuntut umum mendakwa kelimanya dengan dakwaan Primer pasal 340 Jo 55 ayat 1 ke 1, Subsider 338 jo 55 ayat 1 ke 1, lebih subsider 353 ayat 3 jo 55 ayat 1 ke 1.

Adapun jaksa penuntut umum yaitu Jimmi Carter Aritonang, Saisintomg Purba, Imelda Panjaitan, dan Hendra Abdi.

Pihak keluarga korban terus mengalami kekecewaan terhadap Jaksa Penuntut Umum dan menggelar aksi demontrasi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Pengadilan Negeri Stabat, agar Otak Pelaku Luhur Sentosa Ginting alias Tosa dituntut hukuman maksimal yakni hukuman mati.

 

Alasan Hakim Karena Ada Undangan dari Pusat, Putusan Sidang Pembunuhan Paino Dipercepat, Kuasa Hukum Terdakwa Keberatan

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Berkas P21, Berkas Kasus Pembunuhan di Kuaklalo Kabupaten Kupang Dilimpahkan ke JPU

Berkas P21, Berkas Kasus Pembunuhan di Kuaklalo Kabupaten Kupang Dilimpahkan ke JPU

Hanya Diputus Hakim 20 Tahun, Keluarga Korban Pembunuhan Istri oleh Suami Keberatan dan Minta JPU Banding

Hanya Diputus Hakim 20 Tahun, Keluarga Korban Pembunuhan Istri oleh Suami Keberatan dan Minta JPU Banding

Lengkapi Berkas Perkara, Kasus Pembunuhan di Kupang Timur Direka Ulang

Lengkapi Berkas Perkara, Kasus Pembunuhan di Kupang Timur Direka Ulang

Tragis! ASN di Padangsidimpuan Bunuh Diri Usai Tikam Wanita hingga Tewas

Tragis! ASN di Padangsidimpuan Bunuh Diri Usai Tikam Wanita hingga Tewas

Berkas Perkara P21, Tersangka Pembunuhan di Kabupaten Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara P21, Tersangka Pembunuhan di Kabupaten Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Usai Ditangkap, Pegi Terduga Pembunuhan Vina Trending di X Selama 2 Hari

Usai Ditangkap, Pegi Terduga Pembunuhan Vina Trending di X Selama 2 Hari

Komentar
Berita Terbaru