2 Pria Pekalongan Dianiaya Polisi Malah Jadi Tersangka, Keluarga Lapor ke Polda Jateng

Jumat, 29 Juli 2022 19:57
ist
Kuasa Hukum Korban penganiayaan anggota Polisi Irwansyah Putra Nasution SH di Polda Jateng

digtara.com – Keluarga korban penganiayaan polisi berupaya mencari keadilan setelah korban Alfian atau AF ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

Melalui kuasa hukumnya, Irwansyah Putra Nasution SH, pihak keluarga menilai ada yang tidak benar dengan mekanisme penetapan tersangka tersebut.

“Kami menduga penyidikan yang dilakukan Polres Bojong dengan menetapkan klien kita sebagai tersangka dan dilakukan penahanan itu tidak benar. Sehingga kita melaporkan kembali oknum terduga pelaku berpangkat brigadir itu dan adiknya ke Polda Jateng,” ungkap Irwansyah kepada wartawan di Polda Jateng, Jumat (29/7/2022)

Irwansyah menuturkan, kasus ini berawal pada 24 juli 2022 sekira pukul 10.30 malam. Alfian dan temannya datang ke rumah terduga pelaku untuk menagih hutang.

“Tapi dia bukan debt collector, hutangnya juga kecil. Tapi tanpa sebab klien kita dipukul menggunakan tongkat,” ucap Irwansyah yang akrab disapa Ibe.

Alfian, jelas Ibe, dipukul di bagian kepala hingga luka robek dengan
tongkat yang teregistrasi sebagai alat yang digunakan polri.

Anehnya kliennya yang dipukul tapi klien malah dilaporkan ke Polsek Bojong.

Pada saat yang sama, Alfian dan keluarga melaporkan ke Polsek Bojong malah tidak diterima dengan alasan sudah ada laporan dari polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Polres Batang.

“Karena laporan klien dan keluarga tidak diterima, maka kita berinisiatif melaporkan terduga pelaku dan adiknya ke Polda Jawa Tengah,” tutur Ibe.

Irwansyah menegaskan, walaupun kini Alfian sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan, tapi belum tentu bersalah.

Menurut Ibe, kalaupun misalnya ada yang terluka dari pelapor itu adalah bentuk pembelaan diri.

“Bagaimana mungkin orang yang dipukuli dengan benda keras berupa tongkat dan dalam video tersebut terlihat ditendang berkali-kali tidak melakukan perlawanan,” tanya Ibe yang hadir bersama rekan-rekan pengacara lainnya.

Karena itu, pihaknya menduga, penyidikan yang dilakukan Polres Bojong dengan menetapkan Alfian sebagai tersangka dan dilakukan penahanan itu tidak benar.

Sehingga pihaknua melaporkan kembali oknum terduga pelaku berpangkat brigadir itu dan adiknya ke Polda Jateng.

Selain itu pihaknha juga sudah membuat Dumas atau mohon perlindungan hukum yang ditujukan kepada Bapak Kapolda Jateng, Dirkrimum Pol Irwasda, Kabid Propam Polda Jateng.

Juga ke Kapolri, Kabareskrim dan Irwasum dan Kadiv Propam di Jakarta terkait persoalan ini.

“Tujuannya agar persoalan ini menjadi terang benderang,” tegas Ibe.

Laman: 1 2

Berita Terkait