Diduga Stres Pernikahan Tidak Direstui, Wanita di Kupang Nekat Minum Racun Serangga

digtara.com – ERL alias Ester (50), warga Jalan Sumatiro, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT nekad menengak obat pembasmi serangga jenis Baygon.
Baca Juga:
Korban diduga stres dan ingin bunuh diri karena rencana pernikahannya dengan pria asal Rote Ndao tidak direstui keluarga pria di Kabupaten Rote Ndao.
Ester mencoba bunuh diri dengan menengak baygon pada Kamis (24/8/2023).
Baca: Hina Mantan Kapolres Kupang via Facebook, Pimpinan LP2TRI Kupang jadi Tersangka
Selama ini korban tinggal di rumah Hendrik H (57) di Jalan Sumitro, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Saat kejadian, Hendrik sendiri tidak berada di rumah dan sedang berada di Kelurahan Matani, Kabupaten Kupang.
Hendrik ditelepon oleh anaknya Anna Maria Jelly. Saat itu, Anna meminta Hendrik segera pulang karena korban mengunci diri dalam kamar dan berteriak.
Hendrik meminta Anna menghubungi Gabriel H (63) untuk mendobrak pintu kamar korban yang terkunci dari dalam.
Gabriel yang mendapat kabar soal peristiwa tersebut langsung ke lokasi kejadian di rumah Hendrik H.
Gabriel langsung menggedor gedor pintu kamar korban, namun tidak ada respon dari korban.
Gabriel kemudian berinisiatif mendobrak pintu kamar menggunakan linggis dan melihat korban sudah dalam keadaan terbaring di dalam kamar.
Hendrik juga datang dari Matani dan saat tiba di rumahnya, ia melihat korban terbaring di dalam kamar diatas kasur.
Mereka juga melihat botol Baygon cair yang disimpan di bawah lemari samping kiri korban.
Ada pula baygon bakar warna merah berada dalam wadah plastik di bawah kaki korban.
Gabriel dan Hendrik langsung mengangkat korban dan mengevakuasi untuk dibawa ke rumah sakit.
Saat dievakuasi, korban merontak melakukan perlawanan dan tidak mau dibawa ke rumah Sakit.
Anggota Bhabinkamtibmas kelurahan Oesapa Barat tiba bersama dengan keluarga mengantar korban ke Rumah Sakit Umun SK Lerik Kota Kupang menggunakan mobil pick up milik Gabriel.
Keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelapa Lima.
Korban hingga saat ini masih dirawat di RSUD SK Lerik Kota Kupang untuk dilakukan tindakan medis.
Gabriel dan Hendrik mengaku bahwa korban mencoba bunuh diri dengan minum Baygon yang dibeli korban pada malam harinya sebelum kejadian.
Diketahui kalau selama Ini korban tinggal bersama dengan Hendrik setelah suami nya meninggal dunia.
sebelumnya korban sempat merantau ke daerah Sumatera.
Kapolsek Kelapa Lima, AKP Jemy O. Noke, SH yang dikonfirmasi Kamis (24/8/2023) mengaku kalau belum dipastikan penyebab korban mencoba bunuh diri.
Namun dugaan sementara karena hubungan asmara.
“Penyebab percobaan bunuh diri oleh korban belum bisa dipastikan. Namun dugaan sementara karena hubungan asmara,” ujarnya.
Hendrik yang diperiksa polisi juga mengaku kalau korban sempat berkenalan dengan seorang pria dan menjalin hubungan asmara.
Mereka sempat tinggal bersama di rumah Hendrik selama kurang lebih 3 bulan.
Kemudian korban bersama dengan kekasihnya berangkat ke Kabupaten Rote Ndao untuk mengurus pernikahan.
Namun saat tiba di Rote Ndao, keluarga pihak pria tidak merestui hubungan tersebut.
Korban pun kembali ke Kupang dan tinggal kembali di rumah Hendrik.
Semenjak kejadian tersebut, korban sering marah-marah dan sensitif sehingga hal- hal kecil menjadi besar.
Korban sendiri belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan medis di RSUD SK Lerik Kota Kupang.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News
Diduga Stres Pernikahan Tidak Direstui, Wanita di Kupang Nekat Minum Racun Serangga

Diduga Stres dengan Sakit Asma Menahun, Pria di Kabupaten TTU Memilih Bunuh Diri

Diduga Stres, Warga Amfoang Utara Kupang Gantung Diri

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
