Tinggal di Hutan, Anak-anak di Tapsel Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Sekolah

Rabu, 24 November 2021 10:04
amir hamzah
Anak-anak Nias bersama orangtua mereka sepulang sekolah

digtara.com – Puluhan Kepala Keluarga keturunan Suku Nias di Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara, kurang Mendapat perhatian dari berbagai pihak. Selain kesulitan ekonomi, puluhan anak-anak harus berjalan kaki melewati hutan kurang lebih 10 kilometer untuk belajar di SD hingga SMK di sekolah terdekat.

“Dari dulu sudah begini, jadi tidak ada yang aneh. Memang kalau dibandingkan di tempat lain, kami jauh tertinggal, ” ujar J. Harefa (36) warga Desa Aek Parupuk Kecamatan Tano Tombangan Angkola saat di jumpai awak media.

Sekitar 40 Kepala Keluarga Suku Nias ini, tinggal di hutan Desa Lumban Huayan Kecamatan Sayur Matinggi, Rabu (24/11/2021).

“Yang sedih itu, anak anak kami harus melewati hutan dan kebun warga untuk bisa bersekolah di SD, SMP dan SMA yang ada di pinggir jalan besar Tano Tombangan, bahkan ada yang kurang lebih puluhan kilo meter jauhnya. Itu yang membuat kami sedih bang,” tambah J. Harefa dengan mata berkaca kaca.

Dapat dimaklumi kesedihan warga Suku Nias ini. Untuk anak sekolah biasanya mereka sudah harus berangkat dari rumah 2 sampai 3 jam sebelum masuk jam belajar sekolah. Biasanya, mereka melewati hutan dan perkebunan warga dengan cara berkelompok. Hal ini dilakukan untuk menghindari serangan binatang buas.

Demi Sekolah, Anak-anak Nias di Tapsel Harus Berjalan Kaki Hingga Puluhan Kilometer
Anak-anak Nias tampak berjalan kaki sepulang sekolah. (foto: amir hamzah)

Di hutan, ke-40 KK ini hidup berdampingan 2 hingga 3 Kepala Keluarga. Kelompok ini akan berjauhan dengan kelompok lainnya dengan anggota kelompok yang tidak jauh berbeda. Mata pencaharian mereka umumnya bercocok tanam dan diselingi berburu binatang buas untuk melindungi kelompok mereka.

Laman: 1 2

Berita Terkait