MUI Medan Ingatkan Pengurus BKM Urus Alas Hak Tanah Wakaf

Rabu, 15 September 2021 13:30
istimewa
MUI Medan Ingatkan Pengurus BKM Urus Alas Hak Tanah Wakaf

digtara.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk melakukan pengurusan alas hak tanah-tanah yang telah diwakafkan. Hal ini guna menghindari sengketa tanah hingga berimbas pada pembongkaran pemanfaatan di atas lahan wakaf tersebut.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum (Ketum) MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MAg, di acara Penyuluhan tentang Upaya Penyelesaian Sengketa Wakaf oleh Komisi Wakaf,  Zakat, Infaq dan Shadaqah MUI Kota Medan, Rabu (15/9) di aula kantor MUI Kota Medan.

Hadir sebagai narasumber Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Medan, Dr Zulheddi, MA dan
Kasi Pengadaan tanah dan Pengembangan BPN Kota Medan, Nurain Nasution, S, SiT, serta dihadiri pengurus BKM dan pengurus MUI Kota Medan.

Baca: Kasus Pencabulan 10 Pria Bertopeng di Medan Belum Temui Titik Terang

“BKM inilah yang punya tanggungjawab memohon akta wakaf. Negara ini butuh bukti yang formal, jadi diperlukan data otentik. Paling tidak BKM bisa memohon bantuan ke Pemko dalam pengurusan alas hak tanah wakaf,” ujarnya.

Menurut Hasan Matsum, penyelamatan aset wakaf sangat penting karena melestarikan niat-niat baik orangtua terdahulu yang mana mereka dalam berwakaf betul-betuk mengamalkan ajaran Rasulullah SAW, yakni berkata bila anak Adam meninggal putus amalnya kecuali tiga hal, yakni sedekah jariyah dan itu wakaf atau aset harta yang terhenti kepemilikannya dari pewakaf dan berpindah milik Allah Swt, yang nilai pahalanya terus mengalir ke pewakaf, kemudian anak shaleh dan ilmu yang  bermanfaat.

Baca: MUI Bolehkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca hingga Pfizer Walau Mengandung Zat Haram

“Maka agar kekal wakaf itu, jadi tugas kita untuk melestarikannya dari dua sisi yakni baik dari sisi bendanya atau kemanfaatannya dan dari sisi hukumnya,” kata Hasan Matsum.

Kedua hal itu, lanjutnya sangat penting dan mendukung, karena kekal pun bendanya tapi alas hak benda itu tidak jelas, maka suatu saat nanti kekekalannya bisa putus.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait