Abrar: Penentuan Waktu Muktamar NU Agar Diserahkan kepada Majelis Tahkim PBNU

Selasa, 23 November 2021 18:07
istimewa
Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, H. Abrar M Dawud Faza.

digtara.com – Kubu calon Ketua Umum PBNU inkumben Kyai Said Aqil Siradj dan kubu Gus Yahya Staquf, diharapkan tidak saling curiga. Waktu Muktamar NU

Kalau semua pihak mengedepankan keterbukaan akan lebih mudah mencari jalan keluar.

Hal ini disampaikan Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, H. Abrar M Dawud Faza.

Pernyataan Abrar ini menanggapi dua kubu calon ketua umum yang berbeda pendapat dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Lampung, Selasa (23/11/2021).

Baca: Ini Alasan Erick Thohir Angkat Ketum PBNU Jadi Komisaris PT KAI

Disebutkan, Kyai Said menginginkan NU ikut aturan pemerintah pasca rencana PPKM level 3, yaitu di atas tanggal 2 Januari 2022. Sebaliknya kubu Gus Yahya meminta pelaksanaan muktamar dimajukan pada 17-19 Desember 2021.

Menurut Abrar, dua arus besar yang menginginkan muktamar dipercepat atau dimundurkan bisa berunding secara baik-baik.

Baca: Soal Video Viral Lafaz Azan Diubah Ajakan Jihad, Muhammadiyah dan PBNU Angkat Bicara

Pertimbangan yang perlu dibahas, selain merujuk Keputusan Munas-Kombes Alim Ulama dan aturan pemerintah, juga masalah faktor kesiapan panitia penyelenggara dan peserta muktamar.

“Kalau ada perbedaan, tinggal dicarikan jalan keluarnya, misalnya dengan mempertimbangkan saran-saran dari para kiai sepuh dan pimpinan pesantren yang jernih pemikiran dan tidak ada kepentingannya. Kemudian dibawa ke dalam musyawarah dengan mengedepankan dialog, argumentatif dan juga olah batin,” tegas Abrar.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait