Agar Tak Diklaim Negara Lain, Wagub NTT Minta Kain Tenun Didaftarkan ke WIPO

Senin, 19 September 2022 11:58
int
Agar Tak Diklaim Negara Lain, Wagub NTT Minta Kain Tenun Didaftarkan ke WIPO

digtara.com – Pemerintah Provinsi NTT waspada terhadap klaim negara asing terhadap kekayaan daerah NTT.

Sebelumnya, negara Sri Lanka mengklaim alat musik Sasando yang merupakan alat musik asli dari Pulau Rote, NTT.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A Nae Soi pun meminta para bupati dan wali kota di NTT, untuk segera mendaftarkan kain tenun dan ekspresi budaya tradisional lainnya ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai kekayaan intelektual komunal.

Baca: Jadi Ajang Pamer Tenun Ikat, Warga Antusias Ikut NTT Fashion Week di Kupang

“Saya mengimbau ke pemerintah daerah dan masyarakat untuk daftarkan kain tenun dan ekspresi budaya tradisional lainnya, agar kita tidak kecolongan lagi baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Wagub Josef, Senin (19/9/2022).

Kemenkumham NTT, tandas Wagub yang akan mendaftarkan kain tenun maupun budaya tradisional asal NTT ke Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO).

Baca: Bertambah 2 Lagi, korban Pencabulan Calon Pendeta di Alor-NTT Jadi 14 orang

WIPO merupakan salah satu badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

“Setelah didaftarkan, maka Kemenkumham yang akan mewakili Indonesia ke dunia internasional, mulai dari paten dan merek indikasi geografis,” kata Wagub.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait