Tekan Harga Kedelai Naik, Disperindag Minta Perusahaan Importir Potong Rantai Distribusi

  • Whatsapp
Importir Potong Rantai Distribusi
Importir Potong Rantai Distribusi

digtara.com – Harga kedelai impor di tingkat perajin kota Medan naik, dari Rp. 7.000 sebelum masa pandemi Covid-19 menjadi Rp. 10.000 sampai Minggu kedua Februari 2021. Importir Potong Rantai Distribusi

Menyikapi situasi itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut meminta perusahaan importir kedelai memotong rantai distribusi untuk menekan kenaikan harga kedelai.

“Secara mikro, caranya dengan memotong jalur distribusi dari importir ke pengrajin tahu tempe. Artinya, perajin IKM tahu tempe diberi harga sama dengan harga distributor lini satu,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Barita Sihite, Selasa (16/2/2021).

Muat Lebih

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Barang Pokok Disperindag Sumut, Azrai Ridho Hanafiah katakan importir telah menyetujui permintaan Disperindag. Tetapi sampai saat ini, pemotongan rantai distribusi belum tahu kapan dilaksanakan.

“Saya sudah ketemu dengan importir dan mereka bilang kalau siap membantu provinsi. Tidak ada target cuma ada permintaan dari kita dan mereka bersedia,” katanya.

Baca: Harga Kacang Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Mogok Produksi

Dikatakannya, selama ini persentasi distribusi kedelai kepada distributor lini satu adalah 100 persen dari total kedelai impor. Oleh karena itu, ke depan importir dapat menyisakan sekitar 20 persen dari komoditi disalurkan langsung kepada perajin.

Jika di pandang dari sisi ekonomi makro, penekanan harga juga dapat dilakukan dengan cara mereduksi pajak pertambahan nilai (PPN) komoditas kedelai impor. Serta pembebasan bea masuk komoditi hortikultura juga dapat diterapkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan