Sebanyak 28 Investor Tertarik Kelola Bandara Kualanamu

Selasa, 01 Januari 2019 12:41
Internet
Bandara Internasional Kualanamu

digtara.com  | JAKARTA – Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, menegaskan saat ini sudah ada sebanyak 28 investor yang menyatakan ketertarikannya untuk mengelola Bandara Internasional Kualanamu di Deliserdang, Sumatera Utara.

Ketertarikan itu ditunjukkan dengan telah disampaikannya Letter of Intent dari ke 28 investor itu kepada PT Angkasa Pura II.

“Para investor yang tertarik itu ada yang berasal dari dalam dan luar negeri,”sebut Awaluddin, seperti dilansir liputan6, Selasa (1/1/2019).

PT Angkasa Pura II, kata Awaluddin, terus menindaklanjuti konsep kemitraan strategis untuk pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, sebagai bagian dari kelanjutan penandatanganan nota kesepahaman strategic partnership dalam kegiatan Indonesia Investment Forum yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, Oktober 2018 silam.

Dengan menggandeng Danareksa Sekuritas sebagai mitra pendamping dalam proses penawaran kemitraan, Angkasa Pura II (AP II) membuka kesempatan bagi calon investor yang berminat untuk bekerjasama dalam pengelolaan dan investasi bersama di Bandara Internasional Kualanamu.

“Terhitung sejak 8 Oktober lalu, Angkasa Pura II telah mengantongi izin dari Menteri BUMN terkait pembentukan anak perusahaan yang akan mengelola dan melakukan pengusahaan Bandara Internasional Kualanamu. Hal ini sebagai langkah cepat pelaksanaan implementasi kemitraan strategis tersebut,”kata Awaluddin.

Terkait rencana terdekat yang akan dilakukan tim manajemen perseroan. Menurutnya, langkah cepat telah dilakukan dengan pembentukan anak perusahaan PT Angkasa Pura Aviasi yang akan fokus mengelola kemitraan strategis Bandara Internasional Kualanamu

“Fase kemitraan strategis ini terbagi menjadi 3 yaitu preparation and market sounding, bidding process, dan partner selection dimana saat ini AP II telah menyelesaikan proses preparation and market evaluation dan sedang melakukan key term sheet evaluation untuk dilanjutkan ke fase selanjutnya,”tandasnya.

Adapun proses key term sheet evaluation dilakukan untuk penyusunan dokumen Request For Proposal (RFP) agar dapat segera didistribusikan kepada calon mitra strategis. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian proses uji tuntas dan proses implementasi transaksi yang ditargetkan pada pertengahan 2019 telah terpilih mitra pemenang.

Periode September-Oktober 2018 menjadi momen awal bagi Angkasa Pura II untuk bergerak memperkenalkan bandara komesial terbesar keempat di Indonesia tersebut.

Manajemen Angkasa Pura II melakukan kegiatan market sounding pada acara Global Airport Develoopment (GAD) Forum di Singapura. Dilanjutkan dengan kegiatan one-on-one meetingdalam event IMF World Forum di Bali bersama 12 calon mitra strategis yang berasal dari sejumlah negara Eropa dan Asia.

“Serangkaian proses administrasi sedang kami jalankan dan tentu dalam perjalanannya, kami juga telah memiliki persyaratan utama kepada calon mitra. Yang jelas harus mampu dan berpengalaman mengelola bandara serta menaikkan traffic, memiliki pengetahuan sisi operasional dan bisnis bandara, dan juga harus memiliki kemampuan untuk memberikan pendanaan dalam jangka Panjang,”tutupnya.

[L6/AS]

Berita Terkait