Rupiah Diramalkan Menguat Lagi, Menyusul Membaiknya Harga Minyak

Rabu, 20 Mei 2020 07:14
Ilustrasi

digtara.comNilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksi akan menguat lagi pada Rabu, 20 Mei 2020. Kemarin, rupiah ditutup pada posisi Rp 14.770 per dolar AS atau menguat 0,54 persen. Rupiah Diramalkan Menguat Lagi

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah dibayangi oleh harga minyak yang melonjak pada hari Senin, dengan benchmark AS dan Brent berada di jalur untuk penyelesaian tertinggi dalam dua bulan.

“Hal ini didukung oleh optimisme pelaku pasar tentang dimulainya kembali aktivitas ekonomi dan penurunan produksi yang stabil dari produsen utama,” ujarnya Selasa sore.

Laju rupiah juga dipengaruhi oleh kabar perkembangan vaksin virus korona yang diproduksi bioteknologi Moderna di AS. Moderna menyatakan hasil uji klinis pertama vaksin cukup positif. Pasalnya, imun atau antibodi dari 8 orang yang diujicobakan mampu menghasilkan antibodi virus korona.

“Kabar tersebut tentunya memberikan harapan virus korona bisa segera ditanggiulangi dan kehidupan kembali normal, roda perekonomian kembali berputar kencang. Sentimen pelaku pasar pun membaik, dan rupiah siap berjaya lagi,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, penguatan mata uang garuda dibayangi oleh Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2020. Padahal pelaku pasar berekspektasi ada penurunan menjadi 4,25 persen.

Menurut Ibrahim, keputusan BI sudah tepat dengan mempertahankan suku bunga acuan. Yang harus di perhatikan saat ini adalah menambah stimulus baru seperti apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika dan Bank Sentral Eropa sehingga ada singkronisasi antara bank sentral global.

Stimulus tersebut berupa 4 kebijakan yang pro dengan pasar, antara lain,
Pertama, menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha mikro di lembaga Keuangan.

Laman: 1 2