Rupiah Bergerak Stagnan Hari Ini

  • Whatsapp
Kekhawatiran Ekonomi Global
Kekhawatiran Ekonomi Global Bakal Membuat Rupiah Terkoreksi

digtara.com – Nilai tukar Rupiah dibuka stagnan pada awal perdagangan hari ini. Namun mata uang Garuda itu diprediksi masih bergerak terbatas di kisaran Rp14.400 per dolar AS pada perdagangan Rabu (15/7/2020).

Kemarin, Selasa (14/7/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di level Rp14.450 per dolar AS. Melemah 25 poin atau 0,17 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, menyampaikan dalam perdagangan Rabu rupiah kemungkinan masih akan bergejolak. Tetapi dapat menutup perdagangan dengan penguatan tipis.

Bacaan Lainnya

“Proyeksi rentang harga Rp14.420 – Rp14.480 per dolar AS,” papar Ibrahim.

Dari sisi eksternal, pasar saat ini menghadapi ancaman dari memanasnya hubungan diplomatik antara Washington dan Beijing atas akses ke pasar keuangan AS, kebebasan sipil di Hong Kong, dan klaim teritorial di Laut Cina Selatan.

Administrasi Presiden AS Donald Trump berencana untuk segera membatalkan perjanjian 2013 antara AS dan otoritas audit China. Hal Ini bisa menjadi pertanda tindakan keras yang lebih luas terhadap perusahaan China yang terdaftar di pasar saham AS yang dikecam karena menghindari aturan pengungkapan A.S.

Selain itu, Amerika Serikat telah memperkuat sikapnya terhadap klaim China di Laut Cina Selatan dan sedang mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri status hukum khusus Hong Kong sebagai protes terhadap hukum keamanan Beijing untuk bekas jajahan Inggris itu.

Pemerintah Singapura pagi melaporkan perekonomian mengalami kontraksi di kuartal II/2020 hingga -41,2 persen. Kontraksi pada periode April-Juni tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economic sebesar -37,4 persen..

Memburuknya ekonomi Singapura akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia yang selama ini merupakan mitra bisnis yang sangat strategis serta penyumbang investasi terbesar di Indonesia.

“Ini akan berdampak terhadap perekonomian dalam negeri, bahkan ada kemungkinan PDB Indonesia mengalami kontraksi di kuartal II/2020,” papar Ibrahim.

[AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan