Realisasi Ekspor Kapulaga Sumut Melesat di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Realisasi Ekspor Kapulaga Sumut Melesat di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi: Kapulaga (Istimewa)

digtara.comRealisasi ekspor komoditi rempah kapulaga (cardamom) asal Sumatera Utara melesat di tengah pandemi coronavirus disease (covid-19).

Tercatat di Semester I-2020, volume ekspor kapulaga naik sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tahun ini realisasi ekspor mencapai 171 ton dengan nilai mencapai Rp12 miliar. Naik 54,2 persen dari realisasi tahun lalu yang hanya 82 ton.

Bacaan Lainnya

“Ini capaian yang harus kita apresiasi, ditengah kondisi ekonomi yang melamban di dunia. Para eksportir kapulaga asal Sumatera Utara dapat mempertahankan bahkan meningkatkan volume ekspor kapulaga, “ ujar Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil melalui keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2020).

Lebih lanjut Jamil menerangkan berdasarkan data dari sistem IQFAST Barantan, ekspor Kapulaga Sumut ini bahkan telah melampaui total ekspor tahun 2019 yang hanya mencapai total ekspor 168 ton senilai Rp. 8,2 miliar.

Ekspor kapulaga menambah daftar ekspor rempah asal Sumut, setelah kincung/combrang, jahe, kunyit, cengkeh dan buah tempayang yang juga laris di pasar global.

Menurut Jamil, ada tiga negara utama pengimpor Kapulaga Sumut yaitu Vietnam, Thailand dan Cina. Hingga saat ini tercatat sudah ada 19 eksportir kapulaga bertambah 2 dari tahun lalu.

 

OPTIMIS DENGAN PENDAMPINGAN TEKNIS

Hasrul selaku Kepala Karantina Pertanian Belawan merasa optimis program Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) yaitu gerakan peningkatan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian (Gratieks) dalam kurun waktu 5 tahun (hingga 2024) dapat tercapai di Sumatera Utara.

“Kami lakukan pendampingan teknis persyaratan ekspor kepada para pelaku usaha agar dapat memenuhi semua persyaratan negara tujuan ekspor, sehingga mereka puas dan akhirnya volume ekspor kita dapat terus bertambah, “ ujar Hasrul.

Kapulaga dan rempah lainnya yang merupakan komoditas ekspor asal Sumut patut diperhitungkan sebagai penghasil devisa. Melihat potensi kapulaga dipasar Internasional, memberikan angin segar bagi petani rempah rempah asal Sumut untuk terus meningkatkan budidaya tanamannya. Hasil panen yang berlimpah merupakan peluang ekspor bagi petani millennial.

“Peran Karantina dalam pendampingan teknis persyaratan ekspor sesuai dengan aturan Sanitary dan Phytosanitary Measures (SPS) dunia Internasional tentu akan berdampak pada peningkatan ekspor,” tambah Hasrul.

“Kita patut berbangga, bahwa rempah-rempah Indonesia terutama Sumatra Utara banyak diminati manca negara, kita akan gali terus potensi ekspor dari pertanian kita, agar kesejahteraan petani juga semakin meningkat,” tutup Jamil.

Kapulaga adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae. Kapulaga biasanya digunakan untuk penguat rasa serta aroma pada masakan.

Selain untuk makanan, kapulaga juga dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Di antaranya untuk mengatasi mulas, kejang usu, keluhan hati dan kantong empedu. Lalu kehilangan selera makan, kedinginan, batuk, bronchitis serta sakit mulut dan tenggorokan. Kemudian penyakit infeksi, stimulant masalah kencing dan sembelit.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan