Penurunan Jumlah Hewan Kurban Bukti Perekonomian Sumut Masih Lesu

  • Whatsapp
Tertekan US Dolar, Rupiah Sempat Sentuh 14.800
Gunawan Benjamin (Internet)

digtara.com – Jumlah hewan kurban yang disembelih di sejumlah daerah di Sumatera Utara mengalami penurunan secara cukup signifikan. Ini menjadi salah satu indikator yang menggambarkan masih lesunya kegiatan perekonomian masyarakat.

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin menyebutkan, dari survei yang pihaknya lakukan, terjadi penurnuan kegiatan penyembelihan hewan ternak mencapai 80 persen pada jelang dan pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriah saat ini.

“Yang paling merasakan langsung adalah peternak. Dimana kondisi penjualan ternak mereka mengalami penurunan. Bahkan selama masa pandemi covid 19, dimulai bulan maret, beberapa peternak mengeluhkan penjualan kambing untuk aqiqah yang turun, yang mencapai 80%-an,” sebut Gunawan, Sabtu (1/8/2020).

Muat Lebih

“Penjualan kambing aqiqah selama pandemi hanya bisa menjual 1 atau 2 ekor per bulannya. Padahal biasanya mencapai 3 ekor per minggu. Hal yang sama juga terjadi pada rumah potong hewan. Dimana aktifitas pemotongan hewan turun 60% hingga 80% selama pandemi,” tambahnya.

Masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas, sebut Gunawan, di masa sekarang pun menahan belanjanya. Padahal bulan Juli 2020 lalu merupakan bulan kenaikan kelas ataupun tahun ajaran baru yang biasanya kerap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

“Namun tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya,” tukasnya.

 

Diselamatkan Harga…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan