Pekan Pertama 2019, Harga Minyak Terkerek Naik

Senin, 07 Januari 2019 08:41
Petugas eksplorasi Pertamina tengah melakukan pengeboran sumur minyak baru (ilustrasi/ist)

digtara.com | JAKARTA – Harga minyak rebound selama pekan pertama 2019 yang berakhir 4 Januari. Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 5,8% dan minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 9,3%.

Dalam pekan sebelumnya, harga WTI turun 0,57%, dan minyak mentah Brent turun 3,01%. Pada akhir minggu, WTI menetap di USD45,33 per barel, sementara minyak mentah Brent ditutup pada USD52,20 per barel.

Di akhir pekan pertama 2019, harga minyak menguat karena jumlah pengeboran rig AS yang aktif menurun. Minyak WTI naik USD0,87 menjadi USD47,96 per barel, sementara minyak mentah Brent naik USD1,11 menjadi ditutup pada USD57,06 per barel.

Jumlah rig pengeboran aktif di Amerika Serikat menurun delapan menjadi 1.075 selama minggu yang berakhir 4 Januari. Dan jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS menurun delapan menjadi total 877.

Persediaan minyak mentah AS tetap tidak berubah dalam pekan yang berakhir 28 Desember. Pada 441,4 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar 8% di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Jumat.

EIA juga melaporkan bahwa input kilang minyak mentah AS rata-rata 17,8 juta barel per hari dalam seminggu, yang 410.000 barel per hari lebih tinggi dari rata-rata minggu sebelumnya.

Sementara itu, pasar akan menunggu untuk melihat dampak dari kesepakatan pengurangan pasokan 1,2 juta barel harian antara OPEC dan sekutunya.

Meskipun keuntungan solid untuk kedua tolak ukur minyak pada minggu pertama 2019, pasar memperhatikan dengan seksama karena Amerika Serikat dan Cina akan mengadakan pembicaraan perdagangan minggu depan. Demikian dilansir dari Xinhua, Senin (7/1/2018).

Berita Terkait