Omzet Biro Perjalanan di Sumut Tergerus Isu Virus Korona

Senin, 03 Februari 2020 17:02
Direktur Utama Tiketku, Hasbi Hanafi. Hasbi mengaku omzet usahanya tergerus hingga 50 persen akibat isu wabah virus korona. (antara)

digtara.com | MEDAN – Bisnis usaha penjualan tiket dan paket perjalanan mulai terkena dampak wabah Novel Corona Virus (2019-nCoV) yang kini mewabah di China.

Direktur Utama Tiketku, Hasbi Hanafi, mengaku, sejak kabar virus korona mewabah, omzet usahanya turun drastis. Khususnya dari penjualan tiket yang menurun hampir 50 persen.

“Dari mulai awal Januari kemarin sudah terasa penurunanya. Saya sendiri mengalami penurunan omzet hingga 50 persen,”sebut Hasbi seperti dilansir Antara, Senin (3/2/2020).

Penurunan pemesanan tiket, lanjut Hasbi, terjadi pada rute tujuan ke negara China, Malaysia dan Thailand. Bahkan untuk tujuan ke China, sejak awal Januari sama sekali tidak ada pemesanan tiket.

“Kalau untuk tujuan ke China sama sekali enggak ada pemesanan. Kalau untuk negara-negara lainnya ada membatalkan tiket, dan ada juga mengundur hari keberangkatannya,” ujarnya.

Ia berharap, penyebaran virus corona ini segera dapat diatasi. Menurutnya, selain berbahaya, virus tersebut juga sangat memukul pertumbuhan di sektor ekonomi pariwisata.

“Terutama bagi pengusaha travel, itu sangat terasa sekali dampaknya,” ujarnya.

Diketahui, Komisi Kesehatan Nasional China menyebutkan, hingga Minggu 2 Februari 2020, jumlah korban terjangkit telah mencapai 17.205 orang. Sebanyak 361 diantaranya telah meninggal dunia.

Jumlah tersebut naik 57 kasus kematian dari hari sebelumnya. Pihaknya menyebutkan 56 kematian baru berada di Provinsi Hubei dan satu kasus lagi berada di kota Chongqing.

Sejumlah negara mulai melakukan evakuasi warga negara mereka di Wuhan, China, tempat asal virus korona baru muncul pada akhir Desember.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia melarang seluruh pendatang asal China daratan untuk memasuki Indonesia. Larangan tersebut diberlakukan seiring merebaknya wabah Virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Pelarangan itu bersifat sementara. Dengan demikian, semua pendatang yang tiba dari daratan China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

[AS]

Berita Terkait