OJK Catatkan CredoLab Sebagai Perusahaan Penilaian Kredit Berbasis Ponsel Pertama di Indonesia

  • Whatsapp
OJK Catatkan CredoLab Sebagai Perusahaan Penilaian Kredit Berbasis Ponsel Pertama di Indonesia
(CredoLab (ilustrasi/net))

digtara.com | JAKARTA – CredoLab secara resmi dicatat sebagai penyedia teknologi Inovasi Kuangan Digital (IKD) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Itu membuat CredoLab menjadi pengembang kartu skor digital berbasis bank berlandasarkan metada ponsel, yang pertama kali secara resmi beroperasi di Indonesia.

Pada 23 Desember 2019, CredoLab dikatakan telah memenuhi semua ketentuan untuk dicatat di bawah klaster penilaian kredit OJK. Yakni dalam daftar resmi penyedia Inovasi Keuangan Digital (IKD). CredoLab akan melanjutkan ke langkah berikutnya yaitu program sandboxing, untuk akhirnya terdaftar dan dilisensikan sesuai dengan peraturan OJK nomor 13/2018.

Bacaan Lainnya

Layanan CredoLab tersedia bagi semua lembaga keuangan perbankan maupun non-perbankan. Teknologi ini sangat penting bagi pemain di industri P2P (Peer to Peer) Landing. Karena sekarang mereka memiliki solusi yang memungkinkan untuk menggunakan data perangkat ponsel guna menyetujui lebih banyak pemohon kredit.

“Tercatat di bawah OJK adalah bukti kerja keras yang dilakukan oleh CredoLab sejak 2016 di Indonesia. Pencatatan ini membuktikan bahwa memfasilitasi inklusi keuangan tidak harus mengorbankan perlindungan privasi pengguna.”sebut Chief Product Officer CredoLab, Michele Tucci, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/1/2020).

Michele mengaku, dengan adanya pencatatan ini klien mereka sekarang dapat lebih yakin bahwa teknologi CredoLab didasarkan pada data anonim. Bukan dengan mengakses informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi.

“Klien dapat mengandalkan penilaian dan audit OJK atas solusi CredoLab untuk membawa lebih banyak konsumen ke layanan keuangan mainstream. Tapi tetap menjaga tingkat risiko yang terkendali,”tukasnya.

Pendiri dan CEO CredoLab Peter Barcak menyebutkan, sejak awal, titik berat CredoLab adalah transparansi. Privasi total dari semua data klien adalah yang terpenting bagi mereka. “Kita sangat bangga menjadi perusahaan fintech penilaian kredit berbasis data smartphone pertama dan satu-satunya yang diakui oleh OJK sekarang ini,”pungkasnya.

 

KOMITMEN BERMITRA OJK

Direktur Inovasi Keuangan Digital OJK, Tris Yulianta, menyatakan pencatatan ini bukti komitmen OJK untuk bermitra dengan penyedia fintech yang inovatif.

“Kami ingin mengucapkan selamat kepada CredoLab karena telah secara resmi tercatat di bawah institusi kami. Melihat tingginya tingkat inovasi dari produk mereka, kami mendapuk CredoLab sebagai prototipe dari klaster penilaian kredit. Kami akan terus mengevaluasi keberhasilan mereka untuk mendapatkan beberapa pembelajaran penting bagi kami. Digitalisasi adalah masa depan dunia perbankan dan kami bertujuan untuk merangkul hal ini bersama. Khususnya dengan seluruh komunitas fintech Indonesia yang sangat menjanjikan,”katanya.

 

TENGANG CREDOLAB

CredoLab mengembangkan kartu skor digital tingkat perbankan untuk bank, perusahaan pembiayaan konsumen, pemberi pinjaman otomotif, pemberi pinjaman online dan seluler, perusahaan asuransi, dan pengecer dari sumber data alternatif terbaik – metadata perangkat ponsel cerdas.

Dibangun di atas lebih dari sepuluh juta pemohon pinjaman di 56 mitra pemberi pinjaman, algoritma berbasis AI kami merangkum hampir sepuluh juta titik data dari metadata ponsel cerdas untuk menemukan pola perilaku yang paling prediktif sebelum mengubahnya menjadi skor kredit. Hal ini memungkinkan setiap pemberi pinjaman untuk membuat penilaian yang sangat mendetail dari setiap pemohon kredit. Klien kami telah melihat kenaikan tingkat persetujuan pemohon nasabah bank pertama kali yang sangat signifikan, maupun pengurangan kredit macet dan tingkat penipuan.

Didirikan di Singapura pada tahun 2016, Credolab telah menghasilkan hampir $ 1 Miliar dalam pinjaman yang dikeluarkan setelah menganalisis total satu triliun titik data di 16 negara. Perusahaan kami didukung oleh Fintonia Group, FORUM, dan Walden International.

[AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan