Natal 2020, Omset Penjualan di RM BPK Turun 60 Persen

Jumat, 25 Desember 2020 16:34
RM BPK Tesalonika, Jalan Jamin Ginting, Medan (ist)

digtara.com – Momentum Hari Natal tahun ini dirasakan sangat berbeda oleh pengusaha Rumah Makan Babi Panggang Karo (BPK) di Kota Medan. Natal 2020, Omset Penjualan di RM BPK Turun 60 Persen

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Peternak Babi (Asperba) Sumut, Hendri Duin Sembiring kepada digtara.com, Jumat (25/12/2020). Dari hasil pantauannya, ia menyebutkan tidak ada peningkatan pengunjung RM BPK di momen Natal tahun ini dibandingkan hari biasa.

“Biasa aja, nggak ada yang signifikan,” kata Hendri.

Ia menduga, sebab minimnya pengunjung ke RM BPK di momen Natal ini karena faktor ekonomi. Sehingga, membuat daya beli masyarakat menjadi turun.

“Sebabnya, masyarakat nggak ada uang, terlalu mahal,” sebutnya.

Dari hasil pantauannya, ia memperkirakan omset penjualan daging babi maupun olahannya menurun hingga 60 persen jika dibandingkan momentum Natal tahun lalu.

Baca: Natal dan Tahun Baru, Bupati Asahan Monitoring Sejumlah Gereja

“Jauh menurun. Seperti di RM BPK Tesalonika, turun hingga 40 persen dari tahun sebelumnya, separuh lebih hilang,” ucapnya.

Natal di tengah pandemi Covid-19 ini, kata Hendri Duin, menjadi hal baru bagi dirinya dan pengusaha RM BPK lainnya. Sebab, tahun sebelumnya, usai beribadah, jemaat gereja bersama keluarga langsung mencari RM BPK.

Laman: 1 2

Berita Terkait