Kunjungan Kapal ke Pelabuhan Kuala Tanjung Tumbuh 30 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

Kamis, 24 September 2020 15:17
Istimewa
Kegiatan bongka muat di Pelabuhan Multiguna Kuala Tanjung.

digtara.com – Jumlah kunjungan kapal ke Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, naik 30 persen. Kinerja baik pelabuhan yang dioperasionalkan anak perusahaan PT Pelindo 1 itu sangat menggembirakan. Karena justru terjadi di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Tercatat hingga Agustus 2020, jumlah kunjungan kapal ke Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) telah mencapai 169 call. Atau sekira 4 hingga 5 call per minggu. Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, hanya 130 call.

Selain itu, realisasi bongkar muat peti kemas di KTMT sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 30.309 box. Tumbuh 32,5 persen dari realisasi pada tahun 2019 yang sebanyak 22.870 box.

Jika dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 sebesar 31.956 TEUs. Realisasi ini naik 34 persen dari pencapaian realisasi bongkar muat peti kemas pada tahun 2019 sebesar 23.937 TEUs.

 

BONGKAR MUAT

Kenaikan throughput tersebut bukan hanya untuk bongkar muat peti kemas saja. Tetapi juga pada bongkar muat curah cair dan general cargo di KTMT. Realisasi bongkar muat curah cair di KTMT sampai dengan Agustus 2020 mencapai 242.596 Ton untuk komoditas CPO dan turunannya. Realisasi sampai dengan bulan Agustus tumbuh 137 persen dari pencapaian pada tahun 2019 sebesar 102.200 Ton.

Sedangkan realisasi bongkar muat general cargo sampai dengan Agustus 2020 sebesar 46.801 Ton. Naik 176 persen dari pencapaian realisasi pada tahun 2019 yang mencapai 16.970 Ton.

“Jika dilihat dari realisasi trafik bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung, terjadi tren pertumbuhan yang positif. Baik itu untuk peti kemas, curah cair, dan general cargo. Artinya, Pelabuhan Kuala Tanjung beroperasi dengan baik dan respon pasar pun positif dengan keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung. Pelabuhan Kuala Tanjung didukung dengan hinterland Sei Mangkei dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sehingga industri di Kuala Tanjung mulai berkembang yang kemudian berdampak pada pertumbuhan trafik yang positif,” terang Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2020) petang.

 

Masa Depan…

Laman: 1 2

Berita Terkait