Klarifikasi OVO Soal Pencabutan Izin Usaha Oleh OJK

Rabu, 10 November 2021 11:20

digtara.com – Perusahaan uang elektronik OVO terpaksa memberi klarifikasi mengenai kabar pencabutan izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada PT OVO Finance Indonesia (OFI). Pasalnya ada kesamaan nama brand yang bisa menimbulkan persepsi negatif.

OJK ‘membredel’ OFI selaku perusahaan pembiayaan. Sementara OVO yang dikenal secara luas selama ini merupakan perusahaan pembayaran dan transaksi digital.

Selain itu, OFI tidak ada kaitannya dengan perusahaan uang elektronik OVO yang berada di bawah naungan PT Visionet Internasional.

“OFI (OVO Finance Indonesia) adalah perusahaan multifinance yang tidak ada kaitan sama sekali, dan tidak pernah menjadi bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) yang mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia,” ujar Head of Public Relations OVO Harumi Supit dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (10/11/2021.

Hanya saja ia menjelaskan sejak awal pendiriannya OFI juga menggunakan nama OVO dalam perusahaannya.

Maka dari itu pencabutan izin OFI oleh OJK tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan semua lini bisnis di kelompok usaha uang elektronik OVO.

“Semua operasional dan layanan uang elektronik OVO dan perusahaan-perusahaan di bawah OVO Group berlangsung seperti biasa, normal, dan tidak ada masalah sama sekali,” tutur Harumi.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot pun mengungkapkan OFI merupakan entitas yang berbeda dengan platform pembayaran OVO.

“OJK mencabut izin usaha OFI yang merupakan perusahaan pembiayaan. Entitas yang berbeda dengan platform OVO, yang merupakan penyelenggara uang elektronik di bawah pengawasan Bank Indonesia,” kata Sekar kepada Antara.

Berita Terkait