Kabar Baik, Jumlah Investor Baru Pasar Modal Meroket di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Kabar Baik, Jumlah Investor Baru Pasar Modal Meroket di Tengah Pandemi
Ilustrasi: Perdagangan di Bursa Efek Indonesia. (Internet)

digtara.com – Kepala Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Bursa Efek Indonesia, Muhammad Pintor Nasution, mengungkapkan terjadinya peningkatan sangat signifikan pada jumlah investor baru Pasar Modal di Sumatera Utara. Jumlah investor baru meroket di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Pintor, sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu, jumlah investor baru bertambah hingga 3 ribu investor perbulan. Sementara sebelumnya pada Januari-Pebruari 2020 hanya 1000-2000 investor.

“Bisa dibilang target kami di Sumut yang 13500 investor di tahun 2020, di Agustus sudah tercapai. Saat ini kita sudah 122 persen dari target,” jelas Pintor, Kamis (22/10/2020).

Muat Lebih

Kondisi di Sumatera Utara, kata Pintor, berbanding lurus dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Begitu juga dengan angka keseluruhan secara nasional.

BACA JUGA: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

“Kalau dari data di seluruh Indonesia pun, sebenarnya sama. Penambahan jumlah investor saat pendemi, lebih banyak dibandingkan sebelum Pandemi,” tukasnya.

Pintor menjelaskan, Pandemi sejatinya menjadi musibah bagi seluruh masyarakat. Namun tak bisa dipungkiri jika Pandemi telah memberikan berkah tersendiri pada pasar modal nasional.

“Karena banyak masyarakat yang lebih aware, lebih ingin mengetahui tentang pasar modal indonesia. Mungkin karena kita saat ini enggak bisa kemana-mana. Hanya di rumah saja. Itu juga yang menyebabkan masyarakat banyak yang mulai tertarik dengan pasar modal Indonesia, ” pungkasnya.

 

KUALITAS INVESTOR

Peningkatan jumlah investor, lanjut Pintor, tak hanya terjadi dari kuantitas investor yang bertambah. Tapi juga kualitas investornya. Itu tergambar dari nilai dan frekuensi transaksi para investor.

BACA JUGA: Nilai Transaksi Investor Sumut di Pasar Modal Naik Hampir 2 Kali Lipat

Secara frekuensi, jelas Pintor, memang terjadi fluktuasi selama Pandemi. Itu sehubungan dengan indikator fundamental yang muncul. Meski begitu nilai transaksi telah bertumbuh hampir dua kali lipat.

“Untuk nilai transaksi, ada naik ada turun. Tapi bisa kita bilang, setelah lebaran, nilai transaksi kita mencapai hampir 2 kali lipat. Kita lebaran bulan Mei. Pada Mei itu transaksi kita Rp7,6 triliun. Sementara di Juni nilai transaksi Rp13 triliun dan di Juli Rp13,5 triliun. Di September memang menurun sedikit menjadi Rp12,5 triliun. Tapi secara tahunan kita naik,” tandasnya.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan