Jual Jamu, Ini Cara Wartawan di Medan Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Bambang Sumantri saat menunjukkan jamu produksinya sendiri.

digtara.com – Sejak pandemi virus korona (covid-19) merebak ke seluruh penjuru dunia, khusunya di Indonesia, membuat aktivitas penduduk di seluruh dunia menjadi terhambat. Jual Jamu

Akibatnya, banyak sendi-sendi kehidupan, seperti ekonomi, budaya, dan lain sebagainnya terhenti. Banyak karyawan yang dirumahkan bahkan dipecat.

Banyak juga pekerja yang tetap bekerja meski gajinya dipotong beberapa persen. Bahkan, ada juga pekerja yang gajinya tersendat berbulan-bulan akibat pandemi covid-19 yang melanda.

Muat Lebih

Pandemi covid-19 memang membuat banyak orang, khususnya pekerja tersiksa. Orang-orang harus memutar otak untuk mencari tambahan agar dapurnya tetap mengepul.

Orang atau pekerja dituntut lebih kreatif lagi memanfaatkan setiap peluang. Sebab, mengandalkan bantuan dari pemerintah saja tidak cukup untuk melanjutkan hidup.

Baca: Terpapar Covid-19, Bek MU Absen Hadapi Arsenal di Liga Inggris

Hal itulah yang dilakukan Bambang Sumantri, sehari-harinya, dia bekerja sebagai wartawan pada salah satu media cetak di Medan, Sumatera Utara.

Di media cetak yang menaunginya, dia mendapatkan posisi yang sangat strategis. Disitu, Bambang dipercaya menempati posisi Redaktur Pelaksana (Redpel).

Baca: Awas ! Jangan Klik Sembarangan Situs Virus Korona, Kenapa Ya?

Untuk memastikan dapurnya tetap mengepul, Mas Bambang sapaan akrabnya memproduksi dan menjual jamu. Usaha itu baru dirintisnya sebulan ini.

Jamu produksi Bambang berbahan dasar induk kunyit. Produksinya itu belum memiliki merk. Namun, ia menamainya jamu induk kunyit jahe merah.

Saat ditemui, Minggu (29/10/2020), Bambang mengatakan jika ia bersama istri dan anggota keluarganya yang lain setiap hari bahu membahu memproduksi jamu itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan