Inflasi Sumut Rendah, Pemerintah Diminta Tak Cepat Puas

Rabu, 02 Januari 2019 14:52

digtara.com | MEDAN – Realisasi inflasi di Sumatera Utara tercatat hanya sebesar 0.15% di bulan Desember 2018. Ini terbilang cukup rendah dibandingkan prediksi sejumlah pengamat, yang memperkirakan inflasi Sumatera Utara mencapai 0,2 persen.

Ekonom, Gunawan Benjamin mengatakan, realisasi inflasi sebesar itu sekaligus menutup tahun 2018 sebagai tahun dengan realisasi inflasi yang sangat rendah sekali. Secara tahunan (YoY) Sumut hanya merealisasikan inflasi sebesar 1.23%, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional yang sebesar 3.13%.

Namun secara keseluruhan inflasi di tahun 2018 menyisakan masalah. Dimana Sumut masih kesulitan dalam meredam gejolak harga cabai merah sepanjang tahun.

“Kalau di bulan desember lonjakan pada harga daging ayam beserta kenaikan harga ikan dinilai sangat wajar. Ini rutinitas tahunan yang kerap terjadi. Termasuk juga kenaikan harga tiket pesawat,”kata Gunawan, Rabu (2/1/2019).

Namun, lanjut Gunawan, pemerintah sebaiknya jangan berpuas dahulu dengan prestasi ini. Menurut Ketua Tim Pemantau Harga Sumatera Utara itu, ada masalah dimana laju inflasi yang rendah di wilayah Sumut terkait dengan pelemahan harga komoditas khususnya sawit yang anjlok belakangan.

“Ini (harga sawit anjlok) fakta yang tidak bisa dipungkiri,”pungkasnya.

Walaupun disisi lain, ada kemungkinan juga dikarenakan wilayah di luar Sumut itu memang sangat rentan mengalami inflasi. Artinya, seiring dengan gangguan cuaca yang terbilang ekstreem belakangan ini, membuat sejumlah wilayah penting seperti perkotaan mengalami kenaikan harga pangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Sumut.
“Katakanlah Jakarta, yang wilayahnya itu jauh dari pusat produksi kebutuhan pokok. Sehingga Jakarta lebih rentan inflasinya, lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Ini bisa juga dijadikan patokan mengapa SUMUT inflasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional,”jelasnya.
Kendati demikian, lanjut Gunawan, ia menilai keberhasilan dalam pengendalian harga belakangan ini lebih besar dikarenakan memang keberhasilan dalam pengendalian harga kebutuhan pangan atau pokok.

“Karena saya melihat sejumlah harga kebutuhan pokok masih stabil. Dan saya kerap menemukan harga kebutuhan pokok yang sama di luar Sumut itu harganya lebih mahal,tandasnya.

[AS]

Berita Terkait