IHSG Naik 0,58 Persen dan Berupaya Rebound

Rabu, 19 Desember 2018 10:57

digtara.com | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berupaya rebound pada perdagangan Rabu (19/12) setelah terkoreksi tiga hari berturut-turut. Pukul 9:12, IHSG bertambah 35 poin atau 0,58% ke posisi 6.117.

Sepuluh sektor penopang IHSG kompak menguat. Grup saham industri dasar bertambah 1,45%, memimpin penguatan sektor. Kenaikan ini disusul sektor manufaktur dan konstruksi yang naik 0,7%.

Sementara itu, bursa di kawasan Asia juga bergerak membaik. Indeks Nikkei 225 yang pagi tadi turun 0,2%, kini flat dengan penguatan tak sampai 0,1%.

Indeks Kospi di Korea Selatan melaju lebih kencang dengan penguatan 0,68%. Sedangkan Indeks ASX 200 di Australia turun 0,36%.

“Mengutatnya kembali bursa saham AS dini hari tadi membuka peluang up reversal bagi indeks bursa regional, termasuk pasar saham Indonesia,” kata tim riset Valbury Sekuritas, Rabu (19/12/2018).

Bursa AS ditutup dini hari tadi dengan penguatan, didorong saham-saham teknologi internet. Dow Jones ditutup menguat 0,35%, sementara Indeks S&P 500 ditutup flat naik 0,01% lantaran investor khawatir akan potensi ditutupnya sementara (shutdown) pemerintahan AS setelah Demokrat menolak anggaran yang diajukan pemerintah.

Hari ini, bursa Asia menanti keputusan pergerakan bunga yang akan diumumkan Federal Reserve nanti malam. Tapi, pasar juga menanti pandangan ekonomi dan sinyal langkah The Fed ke depannya.

Sesaat sebelum The Fed memulai rapat dua-harinya, Presiden Donald Trump memperingatkan The Fed untuk tidak mengulagi kesalahan. Sebelumnya, Trump memang sudah menyuarakan ketidaksukaannya pada The Fed yang agresif menaikkan bunga.

Sementara itu, harga minyak mentah juga hanya naik tipis di kisaran US$ 46 per barel setelah kemarin anjlok sampai 8%.

Berita Terkait