Harga Minyak Goreng Masih Mahal Karena Persoalan Ini

Rabu, 24 November 2021 13:00
Pouring food oil in hot pan for deep frying.

digtara.com – Sudah sekira dua pekan harga minyak goreng masih mahal. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengungkap minyak goreng mahal karena harga crude palm oil (CPO) yang tinggi.

“Tadi CPO meningkat hingga ada peningkatan hargfa minyak goreng. Minyak goreng curah saja sudah Rp 17.000/liter dan ini tentunya akan berdampak pada UMKM yang menggunakan minyak goreng yang memang mengisi roda perekonomian pada PPKM Level,” kata Oke dalam diskusi INDEF secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Kenaikan harga minyak goreng disebabkan fenomena supercycle komoditi di 2020-2021 yang diakibatkan stimulus ekonomi negara maju, nilai tukar dolar yang kian melemah, dan permintaan yang naik drastis di China dan negara lain di Asia.

Akibat dari fenomena ini, beberapa negara mulai menyimpan stok komoditas dalam jumlah yang besar terutama untuk komoditi energi hingga pangan.

“Maka Indonesia perlu mengantisipasi dengan memperbesar cadangan pangan dan energi serta diversifikasi sumber pasokan pangan serta energi,” jelasnya.

Selain minyak, harga kedelai juga meningkat. Hal ini tentu akan mempengaruhi produksi tempe dan tahu yang bergantung pada kedelai impor.

“Masyarakat harus tahu karena tempe ini sumber makanan utama sehingga ketergantungan harga kedelai ini harus diberikan edukasi terkait kenaikan ini,” tuturnya.

Berita Terkait