Harga Emas Spot Berpotensi Menguat Awal Pekan Depan

Sabtu, 22 Desember 2018 08:32

digtara.com | JAKARTA – Kondisi pelambatan ekonomi global membuat bursa saham global harus turun. Dampaknya, harga emas spot berpotensi menguat pada perdagangan awal pekan depan.

Mengutip dari Bloomberg, harga emas kontrak pengiriman Februari 2019 pukul 22.00 di Commodity Exchange turun 0,71% menjadi U$S 1,258 per ons troi. Namun dalam sepekan, harga emas naik 1,36%.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, harga emas spot bisa menguat. “Emas masih menguat karena peningkatan permintaan safe haven akibat penurunan bursa saham global,” ujarnya.

Ia melihat, penurunan bursa saham global tak lepas dari potensi pelambatan ekonomi global. Sekedar informasi saja, salah satu yang membuat pelambatan ekonomi global sentimen pelambatan ekonomi China. November lalu, China telah merilis data penjualan ritel yang turun dari 8,6% menjadi 8,1%.

Sementara dari data produksi industri menurun menjadi 5,4% dari yang sebelumnya 5,9%. Ditambah ketidakpastian perang dagang yang masih akan terus berlanjut sampai tahun depan.

Untuk itu, Putu menilai bahwa harga emas spot besok senin (24/12) akan menguat ke level US$ 1,250 sampai US$ 1,266 per ons troi. Sementara sepekan harga emas spot berada di rentang US$ 1,236 sampai US$ 1,270 per ons troi.

Secara teknikal, Putu melihat harga emas spot berada dibawah garis MA 100, 50, namun berada diatas MA 200. Indikator stochastic naik di level 87, dan indikator MACD naik di level -3,6. Putu merekomendasikan beli selama harga emas spot berada di rentang US$ 1,250 per ons troi.

Berita Terkait