Harga CPO Masih Terancam Terus Melemah

Senin, 23 Maret 2020 08:57
Ilustrasi: Kegiatan di perkebunan kelapa sawit.[net]
Harga CPO Masih Kesulitan Menguat Tajam

digtara.com – Harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah terancam alami pemelemahan di pasar spot.

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/3/2020) kemarin. Harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah terpantau menguat di pasar spot.

Berdasarkan data Bursa Malaysia, harga CPO dengan kontrak pengiriman April 2020 naik 2,86% ke RM 2.388 per metrik ton dibandingkan dengan harga hari sebelumnya.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menilai, rebound CPO terjadi karena harga yang telah mendekati historical low. Sehingga wajar apabila harga kemudian naik.

Tren menurunnya harga CPO belakangan ini disebabkan oleh pandemi virus corona di berbagai negara. Imbasnya, aktivitas produksi CPO turut terhenti.

Kendati mengalami penguatan, Wahyu mengatakan harga CPO masih terancam terus melemah. Sebab, pandemi virus corona masih menjadi sentimen global.

Meski di China telah berangsur membaik, negara di luar China justru mengalami hal sebaliknya.

“Sehingga potensi untuk kembali melemah juga kemungkinan akan kembali terjadi,” kata Wahyu.

Setali tiga uang, Direktur Utama PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai tantangan CPO ke depan masih akan dibayangi oleh perkembangan virus corona.

Malaysia sebagai negara penghasil minyak CPO terbesar setelah Indonesia saat ini sedang fokus melakukan pencegahan virus corona.

Bahkan, Malaysia telah melakukan isolasi seluruh wilayahnya alias lockdown sejak Rabu hingga akhir Maret.

Aktivitas perkebunan kelapa sawit juga tak luput dari pemberlakuan lockdown itu. Imbasnya, produksi untuk minyak CPO pun ikut turun. Pasokan kelapa sawit pun diprediksi akan mengalami penurunan hingga 350.000 metrik ton–700.000 metrik ton di bulan Maret.

Dilansir dari Reuters, pada Rabu (18/3) pemerintah Malaysia dikabarkan akan menginstruksikan agar perkebunan kelapa sawit kembali beroperasi.

Laman: 1 2

Berita Terkait