Eksistensi Mobil Murah Gerus Omzet Bisnis Mobil Bekas

Selasa, 08 Januari 2019 17:00
Kehadiran mobil murah telah membuat minat masyarakat membeli mobil bekas menurun. Kondisi ini membuat omzet pengusaha mobil bekas menurun drastis (digtara)

digtara.com | MEDAN – Makin masifnya penjualan mobil murah telah mengancam eksistensi bisnis mobil bekas yang ada di Medan.

Keberadaan mobil murah membuat minat masyarakat membeli mobil bekas menurun, dan berdampak langsung omzet penjualan mobil bekas. Seperti yang dirasakan para pengusaha di sentra penjualan mobil bekas, Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Cheryl, Manager Pemasaran Sukses Mobil menyebutkan, selama ini mereka dapat menjual 3-4 mobil bekas setiap harinya, atau sekitar 300 mobil per tahun. Namun kini, untuk menjual 2-3 mobil per hari saja terasa sulit.

“Ya terasa lah ada  penurunan. Masyarakat sekarang lebih suka beli mobil baru yang mobil murah itu ketimbang mobil second (bekas). Mungkin karena selisih harganya  enggak terlalu jauh,”sebut Cheryl, Selasa (8/1/2019).

“Masyarakat sekarang enggak mau ribet. Kalau beli mobil bekas ini kan harus pintar-pintar lihat kualitas mobilnya. Sementara kalau baru kan tinggal pakai,”tambahnya.

Untuk harga jual, lanjut Cheryl, harga mobil bekas saat ini masih relatif stabil di kisaran 80-100 juta per unitnya. Namun Cheryl memprediksi, jika kondisi ini terus berlanjut, harga mobil bekas akan ikut mengalami  penurunan.

“Sekarang harga masih stabil, tapi kita enggak tahu juga ke depannya. Bisa saja semakin turun,”tukasnya.

Untuk menyiasati penjualan, lanjut Cheryl, mereka kini ikut menawarkan pembiayaan secara kredit guna kepemilikan mobil bekas.

“Iya, sekarang banyak yang kredit juga. Enggak semua pembayaran cash,”tandasnya.

[KARTIK/AS]

Berita Terkait