Ekonomi Indonesia Baru Tumbuh 5,17 Persen, Ini Kata Jokowi

Minggu, 30 Desember 2018 13:05

digtara.com | JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa proses transisi ekonomi nasional sejatinya baru dimulai dengan tercapainya angka pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Angka pertumbuhan ekonomi di akhir 2018 tercatat 5,17 persen.

“Perjalanan transisi hijrah ekonomi ini memang baru dimulai, belum selesai,” ujar Jokowi dalam penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Capres petahana di Pilpres 2019 ini menyampaikan, berbagai inovasi kebijakan masih perlu diambil pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi senantiasa baik. Ia menjanjikan rangsangan untuk pasar modal juga akan diberikan supaya memberi kontribusi yang lebih baik lagi ke ekonomi nasional.

“Kita harapkan ada sebuah lompatan dan kebijakan yang dilakukan,” ujar Jokowi seperti dilansir viva.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup di zona hijau atau naik 0,06 persen atau 3,86 poin di level Rp6.194,499. Di penghujung 2018, indikator perdagangan BEI menunjukkan angka yang positif.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) BEI tahun ini mengalami kenaikan secara signifikan. Rata-rata nilai transaksi bursa harian tahun ini tercatat mencapai Rp8.521,41 miliar, naik sekitar 12 persen dari RTNH tahun lalu.

Bahkan, dalam perdagangan hari ini, sebanyak 24,3 juta lembar saham diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 416.208 kali. Sedangkan nilai transaksi pada hari ini mencapai Rp 10,7 triliun. Sementara pada penutupan hari ini sebanyak 242 saham merangkak naik, 179 saham bergerak turun, dan 125 saham stagnan.

Berita Terkait