Desember 2018, Medan Inflasi 0,12 Persen

Rabu, 02 Januari 2019 14:14

digtara.com | MEDAN – Tingkat pergerakan harga di Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,12 persen di Desember 2018 lalu.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Syech Suhaimi, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Indeks kelompok pengeluaran ini naik sebesar 0,04 persen.

“Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen. Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,86 persen,” kata Suhaimi, Rabu (2/1/2019).

Sementara itu kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen, kelompok sandang sebesar 0,47 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks.

Pada Desember 2018 kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen. Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,06 persen dan kelompok sandang sebesar 0,03 persen. Sedangkan kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga memberikan andil yang sangat kecil terhadap inflasi umum Kota Medan.

“Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Desember 2018, antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, dencis, tongkol atau ambu-ambu, kembung atau gembung, dan udang basah,” terangnya.

Adapun persentase peningkatan harga komoditas tersebut antara lain sebagai berikut, tarif angkutan udara naik 14,52 persen, harga daging ayam ras naik 7,20 persen, harga bawang merah naik 14,24 persen, harga dencis naik 6,61 persen. Harga tongkol/ambu-ambu naik 7,52 persen, harga kembung/gembung naik 3,93 persen, harga udang basah naik 4,01 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai merah, daun singkong, minyak goreng, celana panjang jeans laki-laki, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, dan kacang panjang,” tandasnya.

[AS]

Berita Terkait