Dampak Kekhawatiran Virus Bayangi Stimulus AS, Wall Street Jadi Bervariasi

Selasa, 22 Desember 2020 11:44
internet

digtara.com – Saham-saham di Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Senin Selasa pagi (22/12/2020), karena kekhawatiran atas virus baru yang lebih menular dari COVID-19 di Inggris membayangi perkembangan stimulus fiskal di Amerika Serikat yang telah lama dinantikan. Dampak Kekhawatiran Virus Bayangi Stimulus AS, Wall Street Jadi Bervariasi

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,40 poin atau 0,12 persen menjadi berakhir di 30.216,45 poin. Indeks S&P 500 berkurang 14,49 poin atau 0,39 persen menjadi ditutup di 3.694,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 13,12 poin atau 0,10 persen, menjadi 12.742,52 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah, dengan sektor energi dan utilitas ditutup masing-masing jatuh 1,8 persen dan 1,26 persen, memimpin kerugian. Sektor keuangan dan teknologi menguat masing-masing 1,24 persen dan 0,07 persen, hanya dua kelompok yang naik.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan pembatasan yang lebih ketat untuk London dan bagian lain Inggris untuk memerangi lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan terkait dengan jenis baru virus yang lebih ganas.

Saham-saham terkait perjalanan berada di bawah tekanan ketika lebih banyak negara mengumumkan rencana untuk melarang penerbangan dari dan ke Inggris.

“‘Reli Santa’ harus menunggu,” kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York seperti dikutip Reuters. “jalan di depan mungkin bergelombang dan tidak pasti.”

Wall Street juga melihat pembaruan tentang tambahan stimulus fiskal AS. Kongres AS mencapai kesepakatan tentang paket bantuan COVID-19 yang telah lama ditunggu-tunggu setelah berbulan-bulan gagal dalam negosiasi.

Paket bantuan 900 miliar dolar AS diatur untuk mencakup putaran pembayaran bantuan langsung tunai lainnya untuk individu, tunjangan pengangguran federal, dan lebih banyak dana untuk Program Perlindungan Gaji guna mendukung bisnis kecil.

“Rencana stimulus fiskal tampaknya cukup besar untuk menahan resesi, tapi tidak lama,” tambah Carter. “Namun, meskipun tidak sebesar yang diharapkan oleh banyak pelaku pasar, ini mencakup banyak tindakan bermakna yang dapat mendukung pasar.”

Untuk pekan yang berakhir Jumat (18/12/2020), Dow naik 0,4 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,3 persen dan 3,1 persen seperti dilansir dari Antara.

[ya]  Dampak Kekhawatiran Virus Bayangi Stimulus AS, Wall Street Jadi Bervariasi

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtaraJangan lupa, like comment and Subscribe.

Berita Terkait