Dampak Covid-19, Harga Minyak Mentah Anjlok

  • Whatsapp
Harga minyak mentah berjangka AS anjlok di bawah nol dolar AS pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB) untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kondisi itu terjadi di tengah kelebihan pasokan yang disebabkan oleh corona virus disease (covid-19). (ilustrasi)

digtara.comHarga minyak mentah berjangka AS anjlok di bawah nol dolar AS pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB) untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kondisi itu terjadi di tengah kelebihan pasokan yang disebabkan oleh corona virus disease (covid-19), ketika para pedagang yang putus asa membayar untuk menyingkirkan minyak yang kontraknya akan berakhir.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot USD55,9 atau lebih dari 305 persen, menjadi minus USD37,63 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh titik terendah sepanjang masa minus USD40,32 per barel seperti dilansir Antara, Selasa (21/04/2020).

Muat Lebih

Harga minyak negatif menyiratkan bahwa produsen akan membayar pembeli untuk mengambil minyak dari tangan mereka. Ini menandai pertama kalinya kontrak berjangka minyak diperdagangkan negatif dalam sejarah, menurut Dow Jones Market Data. Kontrak Mei berakhir pada Selasa.

Analis Komoditas UBS Global Wealth Management, Giovanni Staunovo menyampaikan kontrak WTI untuk penyerahan Juni juga jatuh lebih dari 18 persen menjadi USD20,43 per barel.Sementara itu, patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun USD2,51 atau sembilan persen menjadi USD25,57 per barel di London ICE Futures Exchange. Penurunan Brent tidak sederas WTI karena lebih banyak tempat penyimpanan tersedia di seluruh dunia.

Pedagang bergegas untuk membongkar posisi mereka menjelang berakhirnya kontrak, berkontribusi pada penurunan bersejarah, para ahli mencatat. “Kami menghubungkan pelemahan harga WTI dengan berakhirnya kontrak Mei besok dan volume perdagangan rendah yang menyertainya,” paparnya.Menurut Analis, Permintaan yang lebih lemah terkait dengan pandemi covid-19 dan potensi kelebihan pasokan adalah masalah yang lebih parah.

“Penurunan lebih banyak dalam kontrak berjangka yang likuid cair mencerminkan masalah yang lebih luas yang kita miliki di pasar minyak -kelebihan pasokan parah di kuartal kedua,” ungkap Staunovo.

Permintaan minyak global diperkirakan akan turun dengan rekor 9,3 juta barel per hari (bph) tahun ke tahun pada 2020, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan dalam laporan bulanannya yang baru dirilis. “Dampak dari tindakan penguncian di 187 negara dan wilayah telah membuat mobilitas hampir terhenti,” sebut IEA seraya menambahkan permintaan pada April diperkirakan 29 juta barel per hari lebih rendah dari tahun lalu, turun ke level terakhir terlihat pada 1995.

Ketika miliaran orang di seluruh dunia tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus korona baru, permintaan fisik untuk minyak mentah telah mengering, menciptakan kelebihan pasokan global.

[ya]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan