Bursa Global Kompak Menghijau

  • Whatsapp

JAKARTA – Rabu (12/12) bursa global kompak menghijau. Wall Street naik menyusul bursa kawasan Asia dan Eropa yang kompak menguat pada perdagangan kemarin. Dow Jones Industrial Average kemarin menguat 0,64% ke 24.517,27.

Indeks S&P 500 menguat 0,54% ke 2.651,07. Nasdaq Composite melaju 0,95% ke level 7.098,31. Di bursa Amerika Serikat (AS), hanya indeks DJ Utilities dan S&P 600 Small yang turun masing-masing 0,45% dan 0,15%.

Pasar optimistis soal negosiasi perdagangan, bursa Wall Street naik lebih dari 1%
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa pembicaraan dagang dengan China masih berlanjut. Trader mengatakan bahwa China mencatat pembelian kedelai terbesar sejak kedua negara sepakat gencatan senjata dalam tiga bulan.

Muat Lebih

Trump menambahkan, dia akan intervensi atas kasus CFO Huawei Technologies jika hal ini bisa membantu menyelesaikan kesepakatan dagang. Sementara investor masih menunggu kelanjutan dan penyelesaikan kesepakatan dagang hingga 1 Maret mendatang.

“Semua yang dikatakan Trump merupakan posisi negosiasi. Anda akan perlu pernyataan berupa data dan fakta dari presiden. Tapi, pendekatan ini membuat China berpikir dua kali tentang sikap keas mereka,” kata Ernesto Ramos, managing director of active equities BMO Global Asset Management kepada Reuters.

Ramos menambahkan, desakan terus-menerus dari Trump ini akan membuat China menyerah. Hal inila yang menyebabkan pasar menguat.

Perdagangan saham fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Pasar bergerak seiring kabar terbaru perang dagang, ancaman Trump soal pendanaan tembok pembatas AS-Meksiko dan proses Brexit. Ramos menambahkan, fluktuasi yang makin kencang pada 20 menit terakhir perdagangan bisa menyebabkan koreksi di pasar saham hari ini.

Robert Phipps, direktur Per Stirling memperkirakan, volatilas pasar akan belanjut. Dia melihat, Trump akan sulit meneken kesepakatan dagang setidaknya hingga akhir Februari. “Retorika Trump pun makin kasar mendekati tenggat waktu. Jadi, akan ada lebih banyak masalah politik yang menekan pasar dari sekarang hingga akhir Februari,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan