Minggu, 14 April 2024

Amerika Terancam Gagal Bayar Utang, Saham-saham di Wall Street Rontok

Arie - Rabu, 24 Mei 2023 02:34 WIB
Amerika Terancam Gagal Bayar Utang, Saham-saham di Wall Street Rontok

digtara.com – Saham-saham di Wall Street rontok pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Rontoknya saham-saham tersebut karena investor semakin khawatir dengan pembicaraan tentang plafon utang AS.

Baca Juga:

Hal itu tampaknya tidak membuat kemajuan signifikan menjelang tenggat waktu 1 Juni untuk menghindari gagal bayar AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 231,07 poin atau 0,69 persen, dan ditutup pada 33.055,51 poin.

Sementara Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 47,05 poin atau 1,12 persen, berakhir pada 4.145,58 poin.

Indeks Komposit Nasdaq terpangkas sebesar 160,53 poin atau 1,26 persen, ditutup pada 12.560,25 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sepuluh di antaranya berakhir di zona merah, dengan sektor material dan teknologi menjadi yang terdepan dengan penurunan masing-masing sebesar 1,54 persen dan 1,50 persen. Sementara itu, sektor energi melawan tren dengan kenaikan sebesar 1,04 persen.

Pada Selasa (23/5/2023), saham-saham AS jatuh setelah Ketua DPR AS, Kevin McCarthy, mengatakan kepada sesama anggota Partai Republik bahwa negosiasi tentang plafon utang masih jauh, dengan pemotongan belanja pemerintah tetap menjadi hambatan utama antara kedua belah pihak, seperti dilaporkan oleh Bloomberg.

Investor dengan cermat memperhatikan kebuntuan mengenai batas utang yang terjadi minggu ini. Presiden AS, Joe Biden, dan McCarthy gagal mencapai kesepakatan untuk meningkatkan batas utang dalam pertemuan pada Senin (22/5/2023), yang McCarthy gambarkan sebagai “produktif”, sementara Menteri Keuangan, Janet Yellen, kembali memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa gagal memenuhi kewajibannya paling lambat pada 1 Juni.

“Hari ini masih ada kekhawatiran di pasar, meskipun ada beberapa berita utama. Kami masih menunggu untuk melihat bagaimana resolusi mengenai plafon utang, yang pasti akan datang, setelah adanya pembicaraan yang lebih positif antara Presiden Biden dan Ketua DPR McCarthy,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Sementara itu, investor juga memperhatikan beberapa indikator yang menunjukkan ketahanan ekonomi AS, meskipun kekhawatiran mengenai plafon utang semakin meningkat.

Pada Selasa, S&P Global melaporkan bahwa indeks manajer pembelian komposit AS meningkat menjadi 54,5 pada bulan Mei, naik dari 53,4 pada bulan April. Ini merupakan level tertinggi dalam 13 bulan untuk indeks tersebut.

Secara khusus, indeks aktivitas bisnis jasa-jasa AS meningkat menjadi 55,1 pada bulan Mei dari 53,6 pada bulan April, juga mencapai level tertinggi dalam 13 bulan. Namun, indeks produksi manufaktur AS melemah menjadi 51,0 pada bulan Mei dari 52,4 pada bulan April, mencapai level terendah dalam dua bulan, menurut S&P Global.

“Ekspansi ekonomi terus menguat pada bulan Mei, tetapi ada perbedaan yang jelas. Sementara perusahaan di sektor jasa-jasa mengalami peningkatan permintaan setelah pandemi, terutama di sektor perjalanan dan liburan, produsen menghadapi kesulitan dengan persediaan yang berlebihan dan kurangnya pesanan baru karena pengeluaran beralih dari barang ke jasa-jasa,” kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerjasama digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Amerika Terancam Gagal Bayar Utang, Saham-saham di Wall Street Rontok

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru