Perang Dagang Terus Tekan Kurs Rupiah
digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Rabu (20/11/2019) kemarin walau bergerak terbatas, hari ini rupiah kembali melemah. Kurs rupiah turun tipis 0,03% menjadi Rp 14.095 per dolar Amerika Serikat (AS). Serupa, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia juga terdepresiasi 0,04% ke Rp 14.097 per dolar AS.
Baca Juga:
Menurut Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, posisi rupiah terhimpit karena negosiasi dagang antara AS dan China kembali stagnan. Belum adanya kejelasan negosiasi dagang berakhir membuat pasar cenderung berhati-hati.
Bahkan perang dagang berpotensi kembali panas lantaran Senat AS menyetujui rancangan undang-undang (RUU) mendukung hak asasi di Hong Kong. Hal ini memicu kemarahan China. “Karena itu rupiah belum mampu berbalik arah di pekan ini,’ kata dia.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, hari ini rupiah juga bakal menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dan notulensi FOMC Meeting yang berlangsung 30-31 Oktober lalu.
Ekspektasi pasar, BI masih mempertahankan suku bunga acuan. Dan dari pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya pun ada peluang suku bunga acuan AS tidak akan berubah hingga akhir tahun ini.
“Tetapi jika notulensi FOMC lebih dovish, ada peluang rupiah rebound,” jelas Josua.
Dia pun menebak, hari ini rupiah berada dalam rentang Rp 14.050-Rp 14.125 per dolar AS. Sedangkan Ibrahim memprediksi, mata uang Garuda ada di kisaran Rp 14.075-Rp 14.130 per dolar AS.
Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 30 Januari 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026
Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional