Starbucks Terus Merugi! Akibat Aksi Boikot? Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Penurunan Laba dan Margin Operasi
Baca Juga:
Starbucks melaporkan laba bersih kuartal kedua sebesar 384,2 juta dolar AS atau 34 sen per saham, turun drastis dari 772,4 juta dolar AS atau 68 sen per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Margin operasional juga menyusut tajam, dari 12,8% menjadi 6,9%, disebabkan oleh lonjakan pengeluaran untuk mendukung perubahan strategis dan peningkatan jumlah barista di gerai-gerai AS.
Efisiensi di Sisi Peralatan
Meskipun belanja tenaga kerja meningkat, Starbucks justru mengurangi pengeluaran untuk peralatan.
Perusahaan menghentikan rencana peluncuran sistem Cold Pressed Cold Brew serta membatalkan distribusi peralatan pemanas makanan.
"Kami percaya bahwa pendekatan baru yang berfokus pada tenaga kerja ini lebih efektif dalam memperkuat koneksi dengan pelanggan dan meningkatkan hasil bisnis, sekaligus menekan belanja modal jangka panjang," ungkap Niccol.

Pekerja Starbucks Mogok Kerja karena Gaji Tak Naik

VIRAL! Owner Momoidea Bela Israel-Sebut Tragedi Gaza Hoax, Netizen Geruduk hingga Serukan Boikot

Boikot Makin Meluas: Begini Cara Memeriksa Produk yang Pro Israel

Sediakan Makanan Gratis untuk Tentara Israel, McDonald's Kena Boikot di Beberapa Negara

Dugaan Korupsi Barang Cukai, Bupati Bintan Apri Sujadi Rugikan Negara Capai Rp 250 Miliar
