Sekolah Tatap Muka di NTT Digelar Mulai Mei 2021, Kecuali…

tatap muka NTT
kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi (imanuellodja/digtara)

digtara.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memutuskan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) atau sekolah tatap muka pada bulan Mei 2021. Namun kegiatan itu masih dibatasi.

Pembelajaran tatap muka tersebut direncanakan untuk diberlakukan pada semua sekolah di NTT, namun masih mempertimbangkan sekolah yang berada di sejumlah kota besar.

“Idealnya untuk semua sekolah di NTT (tatap muka,red). Tetapi bagi sekolah-sekolah di kota besar masih dipertimbangkan,” ujar kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, Jumat (30/4/2021).

Muat Lebih

Sementara bagi sekolah yang lokasinya jauh dari kota, maka tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan karena protokol kesehatan merupakan pintu masuk untuk keamanan bersama.

“Saya kira sekolah yang jauh dari kota tidak jadi masalah. Mereka bisa sekolah tatap muka sehingga bisa bersama-sama melakukan evaluasi dan prakondisi, sesuai arahan Menteri Nadiem Makarim,” kata Linus.

Dia menjelaskan, peristiwa yang terjadi di Maumere, Kabupaten Sikka merupakan salah satu perhatian serius bahwa asas kehati-hatian menjadi salah satu perhatian utama.

“Sehingga saya sarankan para guru dan siswa untuk melakukan vaksinasi di laboratorium Undana, karena dinas P dan K sudah bekerja sama dengan pihak Undana,” ungkap Linus.
Menurut Linus, pascakejadian pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, sehingga kepala sekolah bisa mencermati dan mengambil keputusan yang tepat.

“Persoalan ini menjadi sebuah refleksi. Dan dinas P dan K telah bekerja sama dengan Undana, sehingga masalah itu kita sudah laporkan ke Rektor untuk penanganan lebih lanjut,” Tambahnya.

Proses vaksinasi di Kota Kupang sudah berjalan sejak kemarin di beberapa sekolah. “Semuanya sudah berjalan kemarin di SMA V Kupang dan besok ada dilaksanakan di SMAK Geovani Kupang,” tutup Linus Lusi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan