Rektor ITM Versi Sidang Senat Klaim Sanksi Berat Tidak Merugikan Mahasiswa

  • Whatsapp
ITM Diberi Sanksi Berat, Dilarang Terima Mahasiswa dan Laksanakan Wisuda
ITM Diberi Sanksi Berat, Dilarang Terima Mahasiswa dan Laksanakan Wisuda (digtara.com/alfiansyah)

digtara.com – Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) versi sidang senat, Dr. Kuswandi mengatakan permasalahan di ITM adalah dampak dari akibat konflik badan penyelenggara. Rektor ITM Versi Sidang Senat Klaim Sanksi Berat Tidak Merugikan Mahasiswa

Terkait adanya surat penjatuhan sanksi administratif yang diberikan oleh Kemendikbud kepada ITM pada tanggal 26 Agustus 2020 lalu, Kuswandi mengatakan bahwa surat tersebut merupakan teguran agar konflik antara kedua belah pihak Yayasan Dwiwarna dan Pembina Kampus dapat berdamai.

“Jadi secara konteks permasalahannya Dikti tidak ikut campur dalam masalah konflik, cuma metode apa yang harus dilakukan untuk ITM dalam fase konflik di badan penyelenggara. Sanksi berat yang dimaksud itu bukan hancur, dalam proses itu kan menjadi sebuah warning bagi badan penyelenggara,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Muat Lebih

Ia menambahkan, dalam permasalahan ini pihak yayasan dan pembina kampus ITM harus melakukan konsolidasi kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) untuk membahas apa saja yang akan dilakukan selama 6 bulan ke depan.

“Saya rasa putusan itu ada di badan penyelenggara. Kalau bisa ITM melakukan konsultasi kepada LLDikti, proses-proses apa yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dalam konflik ini sendri, dikasihlah waktu kita 6 bulan menyusun itu. Setelah itu kita lakukan, ya sudah kita berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Didesak

Dia menyebutkan, sejauh ini civitas akademika berusaha mendesak agar kedua badan penyelenggara menyelesaikan konfliknya dan tidak mengganggu aktivitas kampus.

Baca: ITM Diberi Sanksi Berat, Dilarang Terima Mahasiswa dan Laksanakan Wisuda

“Sekarangkan para civitas akademika di ITM sudah berusaha untuk segera mendesak mereka untuk menyelesaikan. Yang penting mereka silahkan konflik tapi ITM tidak boleh terganggu, karena ITM itu milik publik,” tuturnya.

Dalam permasalahan ini, Kuswandi menegaskan bahwa mahasiswa tidak dirugikan sama sekali, hanya penundaan wisuda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar