Dugaan Pungli di SMAN 21 Medan, Ini Penjelasan Sekolah

Senin, 04 Oktober 2021 13:30
mag-03
Kepala sekolah SMAN 21 Sunariyo

digtara.com – Kepala Sekolah SMAN 21 Medan Sunariyo buka suara terkait duggaan pungutan liar alias pungli di sekolah tersebut.

Sunariyo mengatakan, beredarnya surat yang mengatakan bahwa setiap siswa dikenakan dana sebesar Rp120.000 setiap tanggal 17 September adalah kkeeliruan.

“Ini juga kesalahan redaksi, bahwa ini sebenarnya tidak dipatok harus tanggal 17 September, sebenarnya ini waktunya tidak dibatasi, kapan orang tua datang itu kami layani,” ucapnya kepada wartawan.

Lebih lanjut dirinya berkata, uang Rp120.000 yang di patok pihak sekolah terhadap siswa digunakan juga untuk keperluan siswa dan sekolah.

“Bahwa uang tersebut untuk guru honorer dan keperluan siswa, jadi keperluan tersebut yaitu untuk pembuatan rapor, foto, dan untuk penyelesaian ijasah,” ucapnya lagi.

Sunariyo mengatakan, bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu itu kita tidak kenakan biaya alias gratis. Namun syaratnya membawa bukti tertulis dari pihak kelurahan atau kepala desa.

“Selama ini berlangsung ada beberapa orang tua murid yang keberatan namun setelah kita berikan pemahaman mereka sudah paham,” ucap kepala sekolah SMAN 21

Diakhir Sunariyo mengatakan bahwa ini menjadi pembelajaran untuk kedepan terhadap pihak sekolah.

“Kejadian seperti ini menjadi pembelajaran buat kami untuk memperbaiki untuk ke depannya,” tutup Sunariyo.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait