Diskriminatif! Tidak Punya Hp Android, Siswi Kelas 2 SD di Medan Ini Tak Bisa Belajar

  • Whatsapp
Karena tak Punya Handphone. Diskriminatif! Tidak Punya Hp Android, Siswi Kelas 2 SD di Medan Ini Tak Bisa Belajar
Yenni (41), Ibu dari Salsabila, saat menceritakan kondisi anaknya yang tidak bisa belajar selama pandemi covid-19 karena tidak punya Hp Android. (istimewa)

digtara.com – Program Pembelajaran dari Rumah (BDR) yang dijalankan Pemko Medan masih diskriminatif dan belum menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat. Sebab, masih ada anak yang tidak dilayani belajar hanya karena tidak memiliki handphone android. Tidak Punya Hp Android

Salsabila (9), seorang siswi kelas 2 dari SD Negeri 060791 Medan merupakan satu contoh dari diskriminasi pembelajaran dari rumah ini. Sebab, sejak Maret 2020 anak ini sama sekali tidak pernah mendapatkan layanan pendidikan dari sekolahnya.

Anak ketiga dari 4 bersaudara ini tidak bisa mengakses materi belajar dari guru hanya karena tidak punya handphone android.

Muat Lebih

Ayahnya, Rudi (41), seorang pengemudi becak mesin dengan penghasilan tidak menentu. Sedang ibunya, Yenni Susanti (35), sehari-hari bekerja sebagai kuli cuci-gosok pakaian dan jualan keripik.

“Kami orang susah, Pak. Waktu ambil raport, pernah aku tanya ke sekolah. Kan katanya sekarang belajar online kusampaikan ke gurunya begini. ‘Bu, kami kan gak ada HP. Jadi bagaimana anak kami belajar di rumah? Kata ibu itu, ‘Ya pande-pande ibulah,’” kata Yenni, Kamis (15/10/2020) menirukan ucapan walikelas anaknya.

Baca: Mendikbud Instruksikan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara Virtual

Karena tidak punya HP, Yenni tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa mengajari Salsabila baca tulis seadanya. Itupun kalau dia tidak lelah pulang berjualan. Malam harinya, dia sempatkan mengajari Salsabila baca tulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar