4 Cara Rasulullah Meredam Amarah Yang Perlu Diteladani

  • Whatsapp
4 Cara Rasulullah Meredam Amarah Yang Perlu Diteladani
Ilustrasi: Marah (Internet)

digtara.com – Amarah adalah sifat bawaan manusia. Tentu saja tidak selalu buruk, amarah di dalamnya juga mengandung manfaat dan kemaslahatan, hanya saja tergantung penempatannya saja dan kadarnya jangan berlebihan.

“Orang yang tidak bisa marah, terdapat kekurangan pada dirinya. Hanya saja, kemarahan itu harus diterapkan pada tempatnya. Apabila melampaui batas dan rambunya, maka akan menimbulkan bahaya, sehingga akan merugikan dan menjadi sifat tercela,” kata Syaikh Shaleh Al-Fawzan, ulama terkemuka di Arab Saudi.

Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyaallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Rasulullah Nabi Muhammad, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab: “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari nomor 6116)

Muat Lebih

Dalam beberapa riwayat yang lain, Rasulullah juga memperingatkan umat untuk meredam sifat amarah. Berikut empat cara nabi meredam amarahnya;

 

1. Membaca isti’adzah memohon perlindungan dari setan yang terkutuk
Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurd radhiyaallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah duduk di samping Nabi saat dua orang lelaki tengah saling caci. Salah seorang dari mereka telah memerah wajahnya, dan urat lehernya tegang. Beliau bersabda; “Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya, niscaya akan lenyap apa (emosi) yang ia alami. Andai ia mengatakan: a’udzu billahi minasy syaithaanir rajim, pastilah akan lenyap emosi yang ada padanya.” (HR. Bukhari nomor 3282, Muslim nomor 2610)
Landasan hadits ini adalah firman Allah:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS.Al-A’raf : 200)

2. Berwudhu
Dari Athiyyah as-Sa’di radhiyaallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda;
Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.”

3. Menahan diri dengan diam
Dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhu, Nabi bersabda;
“Barang siapa marah, hendaknya diam.”

4. Mengubah posisi duduk atau berbaring
Dari Abu Dzarr radhiyaallahu’ anhu dari Nabi bersabda;
“Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan diantara keutamaan seseorang yang mampu menahan amarah, diriwayatkan dari Mu’adz radhiyaallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda;
“Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (Muttafaqun ‘alaih)

(Disarikan oleh Abu Yasir ‘Abdil Baar)

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan